Samarinda, Kaltimetam.id – Perayaan malam pergantian Tahun Baru 2026 di kawasan Jalan Lambung Mangkurat berlangsung aman dan terkendali. Kepolisian memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lokasi yang menjadi salah satu titik kumpul warga tersebut tetap kondusif hingga dini hari.
Kapolsek Sungai Pinang AKP Aksarudin Adam mengatakan, Jalan Lambung Mangkurat yang berada di perbatasan wilayah hukum Polsek Samarinda Kota dan Polsek Sungai Pinang sejak awal telah dipetakan sebagai salah satu lokasi dengan potensi keramaian tinggi saat malam tahun baru.
“Kami melaporkan bahwa pada tanggal 1 Januari 2026, perayaan tahun baru di Jalan Lambung Mangkurat berjalan kondusif. Seperti tahun-tahun sebelumnya, warga memang berkumpul di lokasi ini untuk merayakan malam pergantian tahun,” ujarnya.
Sejak sore hingga malam hari, aparat kepolisian telah menyiagakan personel di sejumlah pos pengamanan serta melakukan patroli dan imbauan secara persuasif kepada masyarakat. Imbauan tersebut antara lain terkait larangan menyalakan petasan, menjaga ketertiban, serta tidak mengganggu pengguna jalan lain.
Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan tingkat kesadaran masyarakat yang cukup tinggi. Sekitar pukul 00.30 WITA, warga yang sebelumnya memadati kawasan Jalan Lambung Mangkurat mulai berangsur meninggalkan lokasi dengan tertib dan kembali ke rumah masing-masing.
“Dengan adanya pos pengamanan dan imbauan yang kami sampaikan, masyarakat sangat kooperatif. Pada pukul setengah satu dini hari, warga beratur-atur meninggalkan lokasi,” jelasnya.
Secara umum, situasi kamtibmas di wilayah tersebut dinyatakan aman dan terkendali, tanpa adanya gangguan menonjol yang dapat mengganggu jalannya perayaan malam tahun baru.
Meski demikian, polisi sempat mengamankan beberapa anak muda yang kedapatan menyalakan dan melempar petasan ke arah jalan. Tindakan tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat yang melintas serta mengganggu ketertiban umum.
“Ada beberapa kejadian anak-anak muda melempar petasan ke arah jalan dan mengenai masyarakat yang melintas. Kami amankan, kemudian dilakukan pembinaan dan diberikan imbauan agar tidak mengulangi perbuatan yang membahayakan orang lain,” ungkapnya.
Setelah diberikan pembinaan dan peringatan secara tegas namun humanis, para pemuda tersebut diminta untuk kembali ke rumah masing-masing. Polisi tidak melakukan penindakan hukum lanjutan, mengingat situasi masih dapat dikendalikan dan para pelaku bersikap kooperatif.
Terakhir, Aksarudin menegaskan bahwa pendekatan edukatif dan humanis menjadi pilihan utama dalam pengamanan malam tahun baru, khususnya terhadap pelanggaran ringan yang melibatkan anak-anak muda.
“Kami mengedepankan pembinaan. Tujuan utama kami adalah menjaga keselamatan bersama dan memastikan perayaan tahun baru berlangsung aman,” tutupnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
