Portal Pembatas Mahulu Baru Dipasang Pagi Hari, Malamnya Langsung Ditabrak Truk dan Tergeletak di Jalan

Kondisi Jembatan Mahulu di waktu malam hari. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Portal pembatas kendaraan berat yang baru saja dipasang di Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu), Samarinda, rusak setelah ditabrak sebuah truk, hanya sekitar delapan jam sejak pemasangan dilakukan. Insiden tersebut terjadi pada Kamis (29/1/2026) malam dan kembali menyoroti tantangan penerapan pembatasan kendaraan bertonase besar di jembatan strategis tersebut.

Portal pembatas dipasang sebagai bagian dari langkah pengamanan sementara pasca insiden tabrakan tongkang yang berulang kali menghantam struktur Mahulu dalam beberapa bulan terakhir. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas PUPR-PERA kini tengah melakukan pemeriksaan geometrik dan uji beban guna memastikan kondisi jembatan aman sebelum kembali dibuka sepenuhnya untuk kendaraan berat.

Berdasarkan penuturan warga yang berada di sekitar lokasi, insiden tabrakan terjadi sekitar pukul 19.00 WITA. Portal pembatas sendiri diketahui baru dipasang pada pukul 10.30 WITA di hari yang sama dengan tinggi maksimal 2,45 meter untuk membatasi kendaraan roda enam ke atas melintas.

Pantauan di lapangan menunjukkan portal yang semula terpasang di sisi Harapan Baru roboh dan melintang ke badan jalan. Akibatnya, portal yang tersisa hanya berada di sisi Loa Buah.

Kondisi tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran warga karena portal yang roboh dapat mengganggu arus lalu lintas serta berpotensi menimbulkan kecelakaan tambahan di area jembatan.

Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR-PERA Kalimantan Timur, Muhammad Muhran, menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan perbaikan dan memasang kembali portal pembatas tersebut.

“Kami sudah menyampaikan ada imbauan dan informasi melalui media sosial bahwa akan dilakukan pemortalan di Jembatan Mahakam Ulu dengan tinggi 2,45 meter, dan itu sudah kami laksanakan,” ujarnya.

“Dengan kejadian yang ada ini, tentu kami akan perbaiki lagi dan kami pasang kembali portal tersebut,” tambahnya.

Muhran menjelaskan, portal yang dipasang sebenarnya sudah cukup besar dan berat. Namun, dudukan portal belum menggunakan sistem pengikat permanen sehingga masih rawan terlepas apabila terkena benturan.

“Sementara masih menggunakan portal yang itu. Kami berpikir portal tersebut sudah cukup berat dan cukup kuat,” katanya.

“Namun dudukan yang ada itu kami masih kesulitan untuk membuat baut atau pengikat lainnya. Itu hanya dipasang dan diletakkan saja,” jelasnya.

DPUPR kini mempertimbangkan langkah penguatan tambahan, termasuk opsi pengelasan agar portal lebih kokoh.

“Mungkin kalau dilas dan dibuat lebih kuat, saat ditabrak tidak akan mudah lepas lagi,” ungkapnya.

Insiden ini juga memunculkan sorotan mengenai minimnya pengawasan petugas di lokasi pada saat kejadian. Sejumlah warga menyebut tidak ada petugas yang berjaga ketika truk menabrak portal pembatas tersebut.

Muhran mengakui bahwa petugas telah melakukan penjagaan sejak pagi hingga siang hari. Namun menjelang waktu magrib, petugas diduga sedang beristirahat sehingga tidak berada di lokasi saat tabrakan terjadi.

“Sebenarnya petugas sudah ada dari pagi sampai siang. Mungkin menjelang magrib mereka istirahat, dan kejadian ini dekat waktu magrib,” tuturnya.

Meski demikian, Muhran menegaskan pihaknya telah menyampaikan informasi pembatasan secara luas melalui media dan media sosial.

“Kami sudah menyampaikan kepada masyarakat melalui media dan media sosial. Saya juga tidak mengerti kenapa masih ada kendaraan berat yang melintas,” pungkasnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id

Exit mobile version