Samarinda, Kaltimetam.id – Polemik permasalahan SMAN 10 Samarinda terkait status kedudukan menjadi sekolah asrama atau menjadi sekolah reguler berlanjut sampai ke DPRD Provinsi Kaltim.
DPRD Provinsi Kaltim meminta kepada Disdikbud Kaltim agar memberikan kedudukan yang jelas kepada SMAN 10 Samarinda, apakah sekolah tersebut akan dijadikan sekolah reguler atau akan menjadi sekolah asrama secara penuh.
Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi menjelaskan bahwa dirinya telah memfasilitasi kepada sejumlah pihak yang terlibat seperti Komite SMAN 10 Samarinda, Disdikbud Kaltim serta para orang tua siswa dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Rapat Gedung E DPRD Kaltim pada Sabtu (04/05/2024).
“Kami telah memberikan saran kepada Disdikbud Kaltim terkait kejelasan dari mereka atas kedudukan dari SMAN 10 Samarinda. Apakah ini mau dijadikan reguler atau asrama,” jelasnya.
Lanjut, Reza juga menilai bahwa biarpun ada terjadi permasalahan dalam hal kedudukan ini, ia menginginkan bahwa dalam proses pembelajaran bagi siswa-siswi di SMAN 10 tetap diutamakan. Mengingat, Disdikbud Kaltim bersama pihak sekolah harus membahas lebih lanjut terkait dengan kedudukan tadi.
“Tentunya butuh kajian lagi yang mendalam dari Disdikbud Kaltim, berkaitan dengan kedudukan SMAN 10 Samarinda nantinya akan seperti apa,” bebernya.
Selain itu juga, Reza memberikan masukan tekait fasilitas asrama yang berada di SMAN 10 Samarinda. Tentu, jika nantinya kedudukannya akan sebagai sekolah asrama, fasilitas bagi siswa-siswi harus diutamakan agar lebih nyaman saat disana.
“Tadi juga dibahas terkait fasilitas asrama di SMAN 10 Samarinda yang masih belum begitu memadai, terutama terkait daya tampung siswa-siswi serta fasilitas lainnya. Ini perlu ditingkatkan, agar menjadi sekolah berasrama yang lebih baik,” singkatnya.
Terpisah, Kepala Sekolah SMAN 10 Samarinda, Fathur Rachim angkat bicara terkait permasalahan yang menyangkut dengan sekolahnya. Melalui sudut pandangnya, dirinya siap untuk menjalankan semua keputusan dari Disdikbud Kaltim buat kedepannya.
“Saya kan bukan sebagai pengambil kebijakan, saya hanya sebagai pelaksana saja. Prinsipnya dari kami selalu siap, mau itu nantinya SMAN 10 Samarinda menjadi sekolah zonasi, asrama ataupun nantinya 50/50,” jelasnya.
Terkait fasilitas, Komite SMAN 10 Samarinda telah menyetujui untuk menyiapkan dana sekitar Rp 600 juta untuk meningkatkan fasilitas, terkhusus untuk kelayakan bagi SMAN 10 Samarinda menjadi sekolah berasrama.
“Dananya telah disiapkan oleh komite. Digunakan untuk memodifikasi beberapa ruangan, kamar mandi, serta beberapa fasilitas lainnya. Terkait ini, telah dikomunikasikan juga ke orang tua siswa, mereka juga telah bersedia,” bebernya.
Meski begitu, Disdikbud Kaltim bersama dengan SMAN 10 Samarinda akan berdiskusi lebih lanjut terkait permasalahan tentang kedudukan sekolah tersebut.
“Untuk peningkatan fasilitas sekolah secara bertahap, karena sebelumnya kami telah mengajukan sekitar sembilan kelas, namun tidak disetujui dinas. Maka paling minim untuk sementara empat kelas dulu, supaya bisa membiayai operasional termasuk juga karyawan serta yang lainnya,” pungkasnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
