Penuhi Kebutuhan Daging, 497 Sapi Asal NTT Tiba di Kalimantan Timur

Kapal pengangkut ratusan sapi dari NTT yang tiba di Kaltim. (Foto: Istimewa)

Samarinda, Kaltimetam.id – Upaya menjaga stabilitas pasokan daging sapi di Kalimantan Timur (Kaltim) terus dilakukan oleh pemerintah bersama para pelaku usaha peternakan.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan mendatangkan ratusan ekor sapi dari Nusa Tenggara Timur (NTT), yang dikenal sebagai salah satu sentra ternak nasional.

Sebanyak 497 ekor sapi tiba di Kaltim pada pekan ini setelah diberangkatkan dari Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi NTT. Pengiriman dilakukan melalui dua pelabuhan, yakni Pelabuhan Tenau di Kupang dan Pelabuhan Wini di Kabupaten Malaka, menggunakan kapal pengangkut ternak khusus, Camara Nusantara Dua.

Staf Teknis Paramedik Karantina Hewan Penyelia dari Balai Besar Karantina Ikan, Hewan, dan Tumbuhan Kalimantan Timur, Suhendi Saputra menjelaskan bahwa pengiriman ini merupakan bagian dari distribusi rutin yang dilakukan guna memenuhi permintaan daging sapi di wilayah Kaltim, terutama setelah momen Idulfitri yang biasanya memicu lonjakan konsumsi.

“Sapi-sapi ini berasal dari Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi NTT. Mereka diberangkatkan dari dua pelabuhan utama, yaitu Pelabuhan Tenau dan Wini,” ujarnya.

Dari total 499 ekor sapi yang diberangkatkan, dua ekor dilaporkan mati dalam perjalanan laut, sehingga jumlah yang berhasil tiba dengan selamat di Kaltim adalah sebanyak 497 ekor. Meski demikian, pengiriman ini dinilai berhasil dan tetap berada dalam ambang batas toleransi kematian hewan selama pengangkutan.

“Yang dari Pelabuhan Laut Wini Malaka seluruhnya ditujukan ke Kalimantan Timur. Ada berita acara kematian dua ekor sapi, jadi dari total 499 yang berangkat, hanya 497 ekor yang tiba,” jelas Suhendi.

Suhendi menambahkan bahwa seluruh proses pengiriman hewan ternak ini dilakukan dengan pengawasan ketat, mulai dari pemeriksaan kesehatan di daerah asal, karantina, hingga pemantauan kondisi sapi selama perjalanan laut.

Kapal Camara Nusantara Dua sendiri merupakan kapal khusus angkutan ternak yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti ruang pakan, ventilasi, sistem sanitasi, serta tempat minum untuk menjaga kondisi hewan selama pelayaran.

“Pengiriman seperti ini dilakukan rutin, tergantung permintaan pasar dan kebutuhan pengusaha di Kaltim. Biasanya dalam sebulan pasti ada satu atau dua kali pengiriman melalui kapal ternak,” tambahnya.

Kaltim merupakan salah satu wilayah dengan tingkat konsumsi daging sapi yang cukup tinggi, terutama di kota-kota besar seperti Balikpapan, Samarinda, dan Bontang. Dengan pasokan lokal yang masih terbatas, pemerintah daerah bersama pelaku usaha menggandeng provinsi lain yang surplus ternak seperti NTT untuk menjaga ketersediaan daging di pasaran.

Pengiriman ini menjadi bagian dari strategi antisipasi kelangkaan dan kenaikan harga daging sapi, yang kerap terjadi setelah momentum hari raya. Kerja sama antar daerah dinilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga pangan, khususnya komoditas daging.

“Kolaborasi antara daerah penghasil ternak dan daerah konsumsi seperti Kaltim ini harus terus diperkuat agar pasokan daging tetap terjaga, terutama saat permintaan meningkat,” pungkasnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id

Exit mobile version