Samarinda, Kaltimetam.id – Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Meranti, Kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 17.10 Wita. Insiden yang melibatkan mobil dan sepeda motor tersebut menyebabkan seorang pengendara motor bernama Munir Yahya (70) meninggal dunia di lokasi kejadian.
Peristiwa tragis itu sempat mengundang perhatian warga sekitar karena korban diketahui mengalami luka parah dan sempat kejang-kejang sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Berdasarkan informasi di lokasi, kecelakaan melibatkan mobil bernomor polisi KT 8278 RV dan sepeda motor KT 4278 BAQ.
Suasana di lokasi sempat panik ketika warga melihat korban tergeletak di badan jalan dengan kondisi bersimbah darah usai terlindas kendaraan roda empat.
Salah seorang saksi mata bernama Ari mengatakan dirinya pertama kali mengetahui kejadian tersebut setelah diberi tahu oleh seorang karyawan yang sedang menyapu di depan bangunan sekitar lokasi.
“Tiba-tiba karyawan ini lagi nyapu di depan lalu dia bilang langsung ngasih tahu saya, bang ada yang tabrakan, terlindas,” ujarnya.
Menurut Ari, informasi awal yang diterimanya menyebut korban terlindas bagian ban sebelah kiri mobil.
“Dia bilang terlindas mobil, cuma bagian ban sebelah kiri,” katanya.
Mendengar informasi tersebut, Ari langsung berlari menuju lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan.
Namun saat tiba di lokasi, kondisi korban sudah sangat kritis.
“Begitu saya keluar, loncat ke sini, sudah kejang-kejang. Darah itu sudah ngocor,” katanya.
Ari mengaku sempat berusaha mencari ambulans untuk mengevakuasi korban.
Ia menuju ke bagian belakang lokasi karena mengetahui ada ambulans yang sedang berada di sekitar area tersebut.
“Saya coba ngambil ambulans ke belakang, ternyata di belakang itu ambulans lagi ada pasien juga,” ucapnya.
Karena ambulans belum bisa digunakan, Ari kemudian kembali ke lokasi kejadian untuk mendampingi korban sambil menunggu bantuan datang.
Namun beberapa saat kemudian, korban dinyatakan meninggal dunia.
“Begitu saya pegang, sudah tidak ada nyawa lagi,” ujarnya lirih.
Meski berada di sekitar lokasi, Ari mengaku tidak melihat langsung detik-detik kecelakaan terjadi karena saat kejadian dirinya berada di dalam ruangan.
“Kalau untuk kronologi pasti belum tahu ya. Saya tidak lihat, posisinya di dalam,” katanya.
Ia memastikan korban sempat mengalami kejang sebelum akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian.
“Sempat kejang, begitu kejang darah itu langsung ngocor,” tutupnya.
Sementara itu, pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan saksi.
Pamapta I Polresta Samarinda, Ipda Mat Bahri mengatakan, pihaknya menerima laporan kecelakaan sekitar pukul 17.10 Wita.
“Kami dapat informasi terjadi kecelakaan di Jalan Meranti pada hari Sabtu tanggal 23 Mei 2026 sekitar pukul 17.10,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan awal dari pengemudi kendaraan roda empat, kedua kendaraan diketahui melaju searah dari Jalan Slamet Riyadi menuju kawasan Jalan Meranti.
“Dari pengendara sendiri menjelaskan bahwa mereka dari Jalan Slamet Riyadi menuju arah Meranti, sejalur,” katanya.
Menurut Mat Bahri, pengemudi mobil mengaku sempat memberikan tanda klakson kepada pengendara sepeda motor.
Namun sesaat kemudian terjadi senggolan yang menyebabkan korban terjatuh dan terlindas mobil.
“Kemudian si pengendara R4 memberikan tanda klakson. Pengemudi R2 itu menepi, namun ternyata terjadi senggolan dan terlindas oleh R4,” jelasnya.
Ia memastikan pengemudi mobil telah memiliki surat izin mengemudi (SIM) dan dokumen kendaraan yang lengkap.
“Kalau untuk pengendara ada SIM-nya, pengendara standar,” katanya.
Diketahui, pengemudi mobil merupakan seorang pegawai atau karyawan perusahaan HTI yang saat itu sedang dalam perjalanan menuju lokasi perusahaan.
“Pengemudi R4 sendiri merupakan pegawai atau karyawan dari perusahaan HTI,” ucapnya.
Sementara itu, jenazah korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda untuk penanganan lebih lanjut.
“Untuk saat ini jenazah kami evakuasi ke Rumah Sakit AW Syahranie,” pungkasnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







