Kaltim, Kaltimetam.id – Pemerintah pusat tengah mengebut pelaksanaan program nasional bertajuk Koperasi Desa Merah Putih, yang diproyeksikan rampung pada pertengahan 2025. Inisiatif ini digagas untuk memperkuat perekonomian masyarakat desa dengan menghadirkan koperasi aktif dan legal di seluruh pelosok tanah air.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji, mengungkapkan bahwa program ini ditargetkan menciptakan 80 ribu koperasi desa di seluruh Indonesia. Khusus untuk Kaltim, tercatat lebih dari 400 koperasi akan ambil bagian dalam program ini.
“Sudah ada sekitar 400 koperasi desa yang siap bergabung. Sisanya sedang kita dorong penyelesaiannya dalam dua pekan ke depan agar seluruh koperasi bisa beroperasi secara resmi dan sah,” terang Seno Aji, Jumat (23/5/2025).
Ia menambahkan, proses percepatan legalitas koperasi juga didukung oleh kerja sama erat dengan para notaris. Tujuannya, agar koperasi-koperasi tersebut segera memiliki badan hukum dan dapat menjalankan fungsi ekonominya sesuai kebutuhan masyarakat setempat.
Program Koperasi Desa Merah Putih merupakan bagian dari strategi nasional untuk menggerakkan ekonomi rakyat, terutama di wilayah yang belum tersentuh infrastruktur ekonomi memadai. Keberadaan koperasi ini diharapkan menjadi tulang punggung distribusi dan layanan penting di desa, termasuk: usaha simpan pinjam, penjualan sembako, klinik kesehatan, apotek, pergudangan pendingin (cold storage), toko pertanian, dan logistik desa berbasis komunitas.
“Prinsipnya, koperasi ini akan menjadi pusat layanan ekonomi yang dibutuhkan desa. Tidak hanya simpan pinjam, tapi juga mendistribusikan barang-barang penting, dari pupuk hingga obat,” jelas Seno.
Program ini telah dituangkan dalam Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2025 dan ditargetkan rampung pada 12 Juli lalu. Peluncuran resminya secara nasional akan dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober.
Dalam rangka evaluasi dan konsolidasi, dijadwalkan Wakil Menteri Desa Ahmad Riza Patria bersama Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono akan mengunjungi Kaltim pada 24 Mei 2025 mendatang.
“Kunjungan ini penting agar para kepala desa mendapatkan arahan langsung dari pemerintah pusat. Harapannya program ini bisa dijalankan secara maksimal,” ujar Seno.
Melalui koperasi desa ini, pemerintah berharap ekonomi kerakyatan bisa tumbuh kuat dari tingkat terbawah. Selain membuka lapangan kerja, koperasi diharapkan memperkuat kemandirian desa dalam mengelola sumber daya dan kebutuhan ekonominya sendiri. (REE)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
