Mudik Lewat Sungai Mahakam Mulai Ramai, Dermaga Mahakam Ulu Siagakan 23 Kapal

Kapal penumpang dan pengangkut logistik bersandar di Dermaga Mahakam Ulu Samarinda menjelang meningkatnya arus mudik Lebaran. (Foto: Ree/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Aktivitas transportasi sungai di Dermaga Mahakam Ulu, Samarinda, mulai menunjukkan peningkatan menjelang arus mudik Idul Fitri 2026.

Sejumlah warga terlihat mulai berangkat menuju daerah di wilayah hulu Sungai Mahakam, baik untuk pulang kampung maupun mengirimkan kebutuhan logistik ke daerah pedalaman.

Untuk mengantisipasi meningkatnya mobilitas tersebut, pengelola dermaga menyiagakan sebanyak 23 armada kapal yang akan melayani perjalanan masyarakat menuju wilayah seperti Kutai Barat dan Mahakam Ulu.

Armada kapal ini juga berperan penting dalam mendistribusikan berbagai kebutuhan pokok menjelang hari raya.

Kepala Dermaga Mahakam Ulu Samarinda, Fadlin, mengatakan aktivitas di kawasan dermaga sebenarnya sudah mulai meningkat sejak awal bulan Ramadan.

Menurutnya, lonjakan aktivitas bukan hanya berasal dari penumpang yang hendak mudik, tetapi juga dari pengiriman barang dagangan ke wilayah pedalaman.

“Pergerakan penumpang dan barang sudah mulai meningkat. Biasanya puncak arus mudik terjadi sekitar tujuh hari sebelum Lebaran,” ujarnya, Senin (9/3/2026).

Ia menjelaskan, peningkatan pengiriman barang saat ini sebagian besar dilakukan oleh para pedagang di wilayah hulu yang mulai menambah stok dagangan mereka.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan barang tetap terjaga saat permintaan masyarakat meningkat menjelang hari raya.

Selain itu, pengiriman lebih awal juga menjadi strategi untuk menghindari keterlambatan distribusi logistik yang bisa saja terjadi saat arus mudik mencapai puncaknya.

Berdasarkan catatan pengelola dermaga, dalam empat hari terakhir sebanyak 506 penumpang telah diberangkatkan menuju sejumlah daerah di wilayah hulu Sungai Mahakam.

Kapal-kapal tersebut juga mengangkut sekitar 167 ton logistik yang sebagian besar merupakan bahan kebutuhan pokok.

“Rata-rata setiap hari ada dua kapal yang berangkat membawa penumpang sekaligus logistik untuk wilayah hulu,” jelas Fadlin.

Salah satu kapal yang berangkat dari dermaga tersebut adalah KM Akbar Amanda 01. Kapal ini mengangkut sekitar 100 penumpang serta sekitar 80 ton barang logistik dengan tujuan Melak di Kabupaten Kutai Barat dan Long Bagun di Kabupaten Mahakam Ulu.

Meskipun membawa muatan penumpang dan barang dalam jumlah besar, pihak pengelola memastikan seluruh kapal tetap beroperasi sesuai standar keselamatan pelayaran.

“Kami memastikan jumlah penumpang dan barang yang diangkut masih dalam batas aman sesuai kapasitas kapal,” katanya.

Di tengah berkembangnya infrastruktur darat, transportasi sungai masih menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang hendak bepergian ke wilayah pedalaman Kalimantan Timur.

Selain lebih praktis untuk mengangkut barang dalam jumlah besar, perjalanan menggunakan kapal juga dianggap lebih nyaman oleh sebagian penumpang.

Salah satu penumpang tujuan Melak, Anas, mengaku memilih menggunakan kapal karena perjalanan terasa lebih santai dibandingkan jalur darat.

“Kalau naik kapal perjalanan terasa lebih nyaman dan tidak terlalu melelahkan. Selain itu kondisi jalan darat ke daerah kami juga belum semuanya mulus,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Suyadi yang hendak menuju Long Bagun di Mahakam Ulu. Ia menilai perjalanan melalui jalur sungai memberikan waktu istirahat yang lebih leluasa selama perjalanan.

“Kalau lewat darat waktu istirahat sangat terbatas. Di kapal kita bisa tidur nyenyak dan meluruskan kaki selama perjalanan,” pungkasnya. (REE)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id

Exit mobile version