Masih Banyak Anak Muda Sulit Dapat Kerja, BPVP Samarinda Hadirkan Pelatihan Berbasis Kompetensi

Salah satu fasilitas yang tersedia di BPVP Samarinda, yaitu adanya ekscavator untuk menunjang pelatihan berkaitan mekanik alat berat. (Foto: Ree/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Tantangan dunia kerja saat ini semakin kompleks, terutama bagi para lulusan sekolah menengah yang belum memiliki keterampilan khusus. Di Kalimantan Timur (Kaltim), meskipun angka pengangguran mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir, realitas di lapangan menunjukkan masih banyak anak muda yang kesulitan masuk ke pasar kerja akibat keterbatasan kompetensi.

Situasi ini disorot oleh berbagai pihak sebagai masalah serius, terutama mengingat pesatnya perkembangan industri, termasuk tambang, konstruksi, dan sektor jasa, yang justru membutuhkan tenaga kerja terampil dalam jumlah besar. Di tengah tantangan itu, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda menjadi salah satu jawaban nyata yang membantu menjembatani kesenjangan tersebut.

Kepala BPVP Samarinda, Eka Cahyana Adi, mengungkapkan bahwa pihaknya terus berupaya mencetak tenaga kerja kompeten melalui berbagai program pelatihan vokasi berbasis kejuruan.

“Pelatihan di balai itu kita terdiri dari 14 kejuruan yang dari teknis dan non-teknis. Jadi kalau kita sebut dari pojok sana depan ada pelatihan untuk refrigrasi atau pendingin. Kemudian ada mekanik alat berat,” jelasnya.

Setiap tahun, BPVP melatih lebih dari seribu peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, termasuk lulusan SMA/SMK yang belum melanjutkan pendidikan, pencari kerja usia muda, serta masyarakat umum yang ingin meningkatkan keterampilan kerja. Pada tahun lalu saja, tercatat 1.400 peserta telah menyelesaikan pelatihan di BPVP Samarinda.

“Itu persentase penyerapan tenaga kerjanya kurang lebih sekitar 30–60% jadi tergantung dari dunia usaha dunia industri yang membutuhkan tenaga kerja. Yang jelas mereka keluar dari sini, itu sudah memiliki kompetensi,” tegas Eka.

Angka penyerapan yang mencapai 60 persen untuk beberapa bidang pelatihan ini menjadi sinyal positif, terutama saat banyak lulusan sekolah formal yang belum mampu bersaing di dunia kerja. Minimnya pengalaman kerja, keterampilan teknis, dan akses terhadap pelatihan menjadi tantangan tersendiri yang coba diatasi oleh BPVP.

Selain pelatihan untuk sektor pertambangan seperti operator alat berat dan mekanik, BPVP juga menyediakan pelatihan di bidang otomotif, TIK, pengelasan, menjahit, barista, hingga pelayanan perhotelan. Program-program ini dirancang agar lulusannya dapat langsung terjun ke industri maupun mengembangkan usaha mandiri.

“Operator, mekanik-mekanik, tenaga service yang biasa di perusahaan-perusahaan tambang, itu kita bantu untuk pengembangan kompetensinya di alat berat,” ujar Eka.

Dalam situasi di mana lulusan sekolah masih banyak yang belum terserap secara produktif, keberadaan pelatihan vokasi seperti di BPVP menjadi sangat penting. Tidak hanya menciptakan tenaga kerja siap pakai, tetapi juga mendorong wirausaha-wirausaha baru yang dapat menggerakkan ekonomi lokal.

“Jadi orang-orang yang ingin mengarah ke UMKM itu kita latihkan mereka untuk pelatihan barista. Bahkan buat ibu-ibu misalnya mau buat pelatihan pembuatan roti kue misalnya untuk mengembangkan UMKM-nya itu bisa kita akomodir,” tambahnya.

Lebih lanjut, Eka menegaskan bahwa seluruh instruktur di BPVP merupakan tenaga ahli bersertifikat dan siap diberdayakan tidak hanya di dalam lembaga, tetapi juga untuk kegiatan pelatihan eksternal yang diminta oleh instansi lain.

“Jadi masing-masing instruktur kita menyebutnya ya untuk pengajar, instruktur ini memiliki sertifikat kompetensi. Jadi nggak diragukan lagi kalau memang dia bisa dimintakan untuk mengajar yang non-institusional keluar,” ujarnya.

Dengan dukungan dari APBN dan komitmen kuat terhadap pengembangan SDM, BPVP Samarinda terbuka untuk siapa pun yang ingin mengakses pelatihan, sertifikasi, atau sekadar memanfaatkan ruang inspirasi yang disediakan. Fasilitas seperti ruang kelas, akses internet, bahkan ruang inklusif untuk penyandang disabilitas disiapkan secara gratis bagi masyarakat, selama masih dalam jam kerja. (REE)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id

Exit mobile version