Samarinda, Kaltimetam.id – Pertandingan bertajuk Derbi Indonesia antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Stadion Segiri Samarinda, Minggu (10/5/2026), memang berlangsung meriah dan penuh euforia. Ribuan penonton memadati stadion untuk menyaksikan duel dua tim besar Liga BRI Super League yang akhirnya dimenangkan Persib Bandung dengan skor 2-1.
Namun di balik kemeriahan laga tersebut, muncul persoalan lain yang menyita perhatian publik. Sejumlah penonton dilaporkan menjadi korban dugaan penipuan tiket pertandingan hingga gagal masuk ke stadion meski telah membeli tiket dan mengenakan gelang resmi pertandingan.
Kasus itu pun langsung ditangani aparat kepolisian. Sedikitnya lima orang diamankan petugas dan dibawa ke Polsekta Samarinda Kota untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan penjualan tiket tidak resmi kepada penonton.
Peristiwa ini mulai mencuat ketika sejumlah suporter mengalami kendala saat hendak memasuki area stadion. Meski telah mengenakan gelang tiket pertandingan, barcode tiket mereka ternyata tidak terbaca saat dilakukan pemindaian di pintu masuk stadion.
Akibatnya, para penonton tersebut tidak diperbolehkan masuk karena data tiket tidak terdaftar dalam sistem resmi pertandingan.
Salah satu korban, Rudy, mengaku kecewa setelah dirinya bersama keluarga gagal menyaksikan pertandingan secara langsung meski sudah membeli tiket.
“Kami sudah pakai gelang tiket, tapi pas discan tidak terdeteksi. Akhirnya tidak bisa masuk stadion,” ujarnya.
Rudy mengatakan dirinya membeli lima lembar tiket dari seseorang melalui transaksi langsung dengan harga sekitar Rp150 ribu per lembar.
Karena percaya tiket tersebut asli, ia tidak menaruh curiga sedikit pun sebelum akhirnya ditolak masuk oleh petugas stadion.
“Kami beli karena percaya tiketnya asli. Tidak menyangka malah begini jadinya,” katanya.
Kekecewaan semakin terasa karena dirinya datang bersama keluarga dan anak-anak yang sejak awal sangat antusias ingin menonton laga Persija melawan Persib secara langsung di Stadion Segiri.
“Anak-anak juga sudah senang mau nonton. Kami datang jauh-jauh, tapi akhirnya tidak bisa masuk,” ucapnya.
Menurut Rudy, dirinya berharap aparat kepolisian dapat menindak tegas pihak-pihak yang terlibat dalam penjualan tiket bermasalah tersebut agar tidak ada lagi korban pada pertandingan berikutnya.
“Kami cuma berharap pelakunya diproses. Kasihan penonton yang sudah keluar uang dan datang jauh-jauh,” tambahnya.
Situasi di sekitar stadion sempat ramai ketika sejumlah penonton yang mengalami masalah tiket mencoba meminta penjelasan kepada petugas keamanan maupun panitia pertandingan.
Beberapa di antara mereka mengaku baru mengetahui tiket yang dibeli bermasalah setelah dilakukan pemindaian barcode di pintu masuk stadion.
Aparat kepolisian yang menerima laporan kemudian langsung bergerak melakukan penyelidikan dan mengamankan beberapa orang yang diduga terlibat dalam penjualan tiket tidak resmi tersebut.
Kasat Reskrim Polresta Samarinda, AKP Agus Setiawan, membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan sejumlah orang untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
“Para pelaku sudah diamankan dan sedang dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” singkatnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







