KSOP Dalami Insiden Kapal Senggol Fender Jembatan Mahakam I Saat Cuaca Buruk

Kabid Status Hukum dan Sertifikasi Kapal KSOP Samarinda, Capt M Ridha R. (Foto: Ree/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Otoritas pelayaran di Samarinda tengah mendalami insiden kapal yang menyenggol struktur pelindung Jembatan Mahakam I pada Minggu (8/3/2026) malam. Peristiwa tersebut melibatkan kapal jenis Self Propelled Oil Barge (SPOB) yang melintas di jalur pelayaran Sungai Mahakam.

Insiden itu sempat menarik perhatian publik setelah rekaman video amatir beredar luas di media sosial. Dalam video yang diambil dari salah satu gedung di sekitar kawasan jembatan, terlihat kapal pengangkut bahan bakar tersebut bersentuhan dengan bagian struktur jembatan sebelum melanjutkan pelayaran ke arah hilir.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Samarinda segera melakukan pengecekan awal di lokasi untuk memastikan kronologi kejadian serta dampak yang ditimbulkan.

Kabid Status Hukum dan Sertifikasi Kapal KSOP Samarinda, Capt M Ridha R, mengatakan pihaknya langsung turun ke lapangan setelah menerima informasi terkait dugaan kapal yang menabrak jembatan.

“Selesai saya dapat informasi, saya langsung ke lokasi terkait isu bahwa Jembatan Mahakam ditabrak,” ujarnya, Selasa (10/3/2026).

Dari hasil koordinasi awal dengan pihak operator pelabuhan, petugas pandu, serta keterangan nakhoda kapal, diketahui bahwa benturan tidak mengenai pilar utama jembatan.

Kapal hanya menyentuh bagian fender atau struktur pelindung pilar yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan.

Meski tidak berdampak langsung pada struktur utama jembatan, pihak KSOP tetap melakukan pendalaman lebih lanjut untuk memastikan keamanan infrastruktur tersebut.

“Kami akan berkoordinasi dengan pihak PUPR serta konsultan yang menangani perbaikan fender untuk memastikan kondisi konstruksinya,” jelasnya.

Ridha menjelaskan, saat ini pembangunan struktur pelindung pilar di kawasan jembatan memang masih berlangsung.

Karena itu, setiap insiden yang berkaitan dengan area tersebut perlu ditelusuri secara menyeluruh.

“Ini kan masih proses perbaikan fender yang disenggol. Kami ingin memastikan apakah benturan itu bisa berdampak pada struktur ke depannya atau tidak,” katanya.

Selain memastikan kondisi jembatan, otoritas pelayaran juga menyoroti faktor keselamatan navigasi kapal yang melintas di bawah jembatan.

KSOP mengingatkan agar pengawasan terhadap kapal yang melintas dapat lebih diperketat oleh pihak terkait.

Sementara itu, penyebab pasti insiden masih dalam tahap penyelidikan. KSOP telah berkoordinasi dengan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) untuk memanggil nakhoda kapal serta petugas pandu yang bertugas saat kejadian berlangsung.

Ridha menyebut sejumlah faktor masih akan didalami, termasuk kemungkinan pengaruh kondisi cuaca yang saat itu dilaporkan kurang bersahabat.

“Apakah ada kelelahan atau memang faktor alam. Saat itu cuaca memang ekstrem, sebelumnya hujan dan masih ada rintik-rintik,” ujarnya.

Ia menegaskan pemeriksaan tidak hanya difokuskan pada kondisi jembatan, tetapi juga pada kapal yang terlibat dalam insiden tersebut.

“Bukan hanya jembatan dan tiang fender yang kami periksa, tetapi juga kondisi kapalnya,” tandasnya. (REE)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id

Exit mobile version