Kritik terhadap Gratispol Bermunculan, Pemprov Kaltim Tegaskan Program Pendidikan Gratis Tetap Jadi Prioritas

Program Gratispol yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Kaltim. (Foto: Istimewa)

Samarinda, Kaltimetam.id – Program pendidikan gratis “Gratispol” yang menjadi salah satu program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud dan Seno Aji, terus menjadi sorotan publik. Di satu sisi program ini mendapat apresiasi luas karena dinilai membantu ribuan mahasiswa melanjutkan pendidikan tinggi, namun di sisi lain berbagai kritik juga mulai bermunculan terkait pelaksanaan teknis di lapangan.

Perdebatan publik terkait Gratispol belakangan semakin ramai, mulai dari persoalan syarat administrasi yang dianggap cukup rumit, mekanisme pencairan bantuan, hingga ketentuan pembatasan usia penerima manfaat yang dinilai sebagian masyarakat terlalu kaku.

Meski demikian, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan program tersebut tetap akan dilanjutkan dan terus disempurnakan agar manfaatnya semakin tepat sasaran.

Mantan Anggota DPRD Kalimantan Timur yang kini menjabat sebagai Tenaga Ahli Gubernur (TAGub) Kaltim, Rusman Yaqub, mengatakan polemik yang berkembang saat ini pada dasarnya lebih banyak menyangkut persoalan teknis pelaksanaan, bukan substansi program. Menurutnya, esensi utama Gratispol sebagai program peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Timur justru mendapat dukungan besar dari masyarakat.

“Yang kami amati dan lihat di kalangan masyarakat adalah perdebatan teknis. Jadi mari kita lihat esensinya, tujuan utama Gratispol ini sangat bagus dan final. Semua publik sangat menghendaki adanya program ini,” ujarnya.

Rusman mengakui dalam implementasi program memang masih ditemukan sejumlah kendala. Namun ia menilai hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar mengingat Gratispol merupakan program besar yang baru berjalan dan menjangkau puluhan ribu mahasiswa.

“Kalau ada persoalan teknis, itu hal yang biasa. Justru di situlah pentingnya koreksi bersama agar pelaksanaan program ini semakin baik dan tepat sasaran,” katanya.

Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Kaltim bersama Gubernur Rudy Mas’ud terbuka terhadap kritik dan berbagai masukan dari masyarakat demi penyempurnaan program ke depan.

“Kami bersama Pak Gubernur siap menerima koreksi. Ayo bersama-sama memberikan masukan demi kebaikan ke depan. Pak Gubernur sangat terbuka untuk menerima itu,” tambahnya.

Rusman juga menilai tata kelola penyaluran Gratispol akan terus mengalami evaluasi dan pembenahan seiring berjalannya waktu.

Menurutnya, tidak ada kebijakan publik berskala besar yang langsung sempurna sejak pertama kali dijalankan.

“Semua itu dinamis, tidak ada yang instan seperti ‘bim salabim’ atau semudah membalikkan telapak tangan. Program ini akan terus berubah ke arah yang lebih baik,” pungkasnya. (SIK/ADV)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id

Exit mobile version