Samarinda, Kaltimetam.id – Upaya pemberantasan narkoba di Kalimantan Timur terus diperluas dengan menyasar berbagai lapisan profesi strategis, termasuk insan pers. Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Timur (Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Timur) menggelar kegiatan screening tes urine terhadap jurnalis, sebagai bagian dari langkah pencegahan penyalahgunaan narkotika sekaligus menjaga profesionalisme media.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 21 jurnalis dari berbagai media yang bertugas di Kalimantan Timur. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh peserta dinyatakan negatif narkoba dan berada dalam kondisi kesehatan yang baik.
Humas BNNP Kaltim, Ahmat Fadholi, menegaskan bahwa pelaksanaan tes urine terhadap jurnalis bukan dilandasi kecurigaan, melainkan bentuk kepedulian dan tanggung jawab negara dalam menjaga pilar demokrasi dari ancaman narkotika.
“Kegiatan screening tes urine yang hari ini rekan-rekan alami merupakan bagian dari menjaga profesionalisme teman-teman jurnalis. Kita tahu media adalah salah satu pilar demokrasi yang harus kita jaga kebersihannya dari penyalahgunaan narkotika,” ujarnya.
Menurutnya, penyalahgunaan narkoba berkaitan langsung dengan aspek kesehatan fisik dan psikis seseorang. Dalam konteks kerja jurnalistik, kesehatan tersebut menjadi faktor krusial karena berpengaruh terhadap akurasi, objektivitas, dan kualitas produk jurnalisme yang dikonsumsi publik.
“Produk jurnalistik yang baik hanya bisa dihasilkan oleh jurnalis yang sehat secara jasmani dan mental. Karena itu, memastikan insan pers bebas dari narkotika juga berarti menjaga kualitas informasi yang sampai ke masyarakat,” katanya.
Fadholi menegaskan, BNN sebagai leading sector dalam penanganan narkotika memiliki kepentingan untuk mendukung profesi-profesi strategis agar tetap bersih dari penyalahgunaan narkoba. Media, menurutnya, memegang peran penting dalam membentuk opini publik sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam menyampaikan pesan-pesan edukasi kepada masyarakat.
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, BNNP Kaltim memastikan seluruh peserta tes berada dalam kondisi prima.
“Alhamdulillah, dari 21 rekan media yang kami periksa, semuanya dinyatakan sehat dan tidak ditemukan adanya penyalahgunaan narkotika,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan dan tidak bersifat seremonial semata. Bahkan, BNNP Kaltim membuka peluang pelaksanaan tes urine secara mendadak sebagai bagian dari deteksi dini.
“Kami berharap kegiatan ini bisa terus rutin kami lakukan, tentu dengan momen-momen yang tidak pernah rekan-rekan duga. Ini bagian dari upaya menjaga lingkungan kerja yang bersih dan sehat,” tutupnya.
Terpisah, Wartawan Jurnal Borneo, Jalia menilai langkah tersebut sebagai bentuk keteladanan sekaligus komitmen bersama dalam memerangi narkoba.
“Bagus ya, jadi bukan hanya warga umum saja yang dites. Kita sebagai jurnalis juga perlu dilakukan tes urine. Ini bagian dari pemberantasan narkoba dari lingkungan kita sendiri,” ujarnya.
Ia menilai, keterlibatan jurnalis dalam program pencegahan narkoba dapat menjadi contoh bagi profesi lain, sekaligus memperkuat pesan bahwa perang terhadap narkoba adalah tanggung jawab semua pihak.
Terakhir, ia mengaku sempat merasa gugup saat menjalani pemeriksaan, meskipun yakin tidak mengonsumsi narkoba.
“Deg-degan sih, walaupun saya tahu hasilnya pasti negatif. Tapi tetap ada rasa gugup juga saat dites,” pungkasnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
