Samarinda, Kaltimetam.id – Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menegaskan bahwa kehadiran tiga proyek hilirisasi nasional di Kaltim tidak boleh hanya menjadi deretan angka investasi di atas kertas.
Ia meminta agar masyarakat lokal menjadi pihak yang paling diutamakan dalam perekrutan tenaga kerja.
“Kami tidak ingin warga Kaltim hanya menjadi penonton. Proyek sebesar ini harus membuka peluang kerja seluas-luasnya untuk masyarakat lokal,” ujarnya, Senin (12/1/2025).
Seno menyebutkan pemerintah daerah telah lebih dulu menyampaikan sikap ini kepada Daya Anagata Nusantara (Danantara), selaku pihak yang menyiapkan sejumlah proyek strategis tersebut.
Menurutnya, komitmen soal tenaga kerja lokal harus tertanam sejak awal sebelum konstruksi dimulai.
“Kami sudah sampaikan sejak tahap perencanaan. Prinsipnya, tenaga kerja dari luar hanya digunakan jika memang tidak bisa dipenuhi oleh SDM Kaltim,” tegasnya.
Ia juga menilai bahwa pengalaman di masa lalu, di mana proyek besar hanya memberikan sedikit ruang bagi pekerja lokal, tidak boleh terulang. Karena itu, pemerintah daerah mendorong angka penyerapan yang jauh lebih tinggi kali ini.
“Secara realistis kami berharap minimal 80 persen tenaga kerja diambil dari masyarakat Kaltim. Kalau bisa lebih, tentu itu jauh lebih baik,” ungkapnya.
Salah satu proyek hilirisasi yang akan digarap berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan Timur (MBTK).
Kawasan ini dinilai sudah memiliki infrastruktur dasar yang cukup matang, meski operasional pelabuhan masih menunggu percepatan.
Seno menekankan pentingnya pelabuhan sebagai tulang punggung aktivitas industri. “Pelabuhan ini harus segera berjalan. Kami sudah meminta Kementerian Perhubungan dan Pelindo untuk mempercepat prosesnya,” tuturnya.
Selain proyek oleofood di KEK Maloy, terdapat pula pengembangan industri dimethyl ether (DME) berbasis batu bara yang tersebar di sejumlah provinsi termasuk Bulungan dan Kutai Timur.
Proyek raksasa ini mengusung nilai investasi sekitar Rp164 triliun dengan estimasi puluhan ribu tenaga kerja. Kaltim juga terlibat dalam proyek chlor alkali plant berbasis garam yang tersebar di beberapa daerah.
Seno menilai skala investasi ini menunjukkan besarnya peluang yang bisa dinikmati masyarakat jika perekrutan dilakukan dengan benar.
“Angka investasinya besar, potensi kerja juga besar. Yang penting warga kita jangan sampai tertinggal,” katanya.
Ketiga proyek hilirisasi di Kaltim dalam waktu dekat menunggu peletakan batu pertama yang ditargetkan rampung sebelum Maret 2026.
Presiden Prabowo Subianto dikabarkan memberi perhatian khusus terhadap percepatan proyek ini dalam rapat kabinet awal tahun.
Seno berharap dorongan tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kami memastikan tenaga kerja lokal menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan proyek ini,” tutupnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
