Insiden Tanah Bergerak di Perumahan BPK Samarinda, BPBD Sebut Dugaan Urukan Lemah Jadi Pemicu

Kepala BPBD Kota Samarinda tinjau lokasi longsor di Perumahan Bumi Prestasi Kencana Blok Anggar 2 Samarinda Seberang. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)
Kepala BPBD Kota Samarinda tinjau lokasi longsor di Perumahan Bumi Prestasi Kencana Blok Anggar 2 Samarinda Seberang. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id  – Insiden tanah bergerak disertai longsor terjadi di kawasan permukiman warga di Perumahan Bumi Prestasi Kencana (BPK), Jalan Atlet PON, Blok A2, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, pada Jumat (6/2/2026) malam.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.15 WITA, dan membuat warga panik lantaran pergerakan tanah berlangsung cepat hingga menyebabkan sebagian area lereng amblas.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun di lokasi, sedikitnya dua rumah warga terdampak langsung, sementara dua bangunan lainnya masuk kategori berisiko karena posisinya berada dekat titik pergerakan tanah dan berada di kawasan lereng.

Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso, mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga melalui Pusdalops BPBD pada Jumat malam, tak lama setelah insiden terjadi.

“Tadi malam dari Pusdalop BPBD Kota Samarinda menerima informasi dari warga bahwa di Perumahan Bumi Prestasi Kencana, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir ada tanah bergerak,” ujarnya.

Usai menerima laporan tersebut, BPBD langsung bergerak ke lokasi melakukan mitigasi dan identifikasi awal untuk memastikan kondisi di lapangan.

“Langsung melakukan mitigasi dan identifikasi di lapangan bersama Pak Lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas untuk memastikan kejadian tanah bergerak dan longsor di lokasi ini,” katanya.

Hasil pengecekan BPBD di lapangan memastikan peristiwa tersebut benar terjadi, dan berdampak langsung terhadap bangunan warga.

“Dan benar ternyata setelah kita lakukan pengecekan ada dua bangunan yang terdampak langsung dan ada dua risiko lagi di dua bangunan berikutnya, ini yang sepatutnya kita waspadai,” ungkapnya.

Suwarso menegaskan, pihaknya telah melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak agar tidak terjadi korban jiwa.

“Untuk satu warga, dua rumah tangga, dua rumah ini sudah dievakuasi ke tempat yang lebih aman,” jelasnya.

Dalam penanganan awal, BPBD juga menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan analis kebencanaan untuk melakukan penilaian penyebab kejadian.

“Dari BPBD sudah menurunkan tim reaksi cepat dan analis bencana bahwa dugaan kuat di lokasi ini pergerakan disebabkan oleh pertama curah hujan,” kata Suwarso.

Selain faktor cuaca, BPBD juga menemukan indikasi adanya struktur tanah di bagian bawah jalan yang tidak padat, sehingga memicu pergeseran tanah.

“Yang kedua diduga di jalan ini di bagian bawah kosong. Ada kemungkinan awalnya. Kita harus membangun itu urukan,” bebernya.

Ia menambahkan, kondisi lereng yang berada di sisi jurang memperparah dampak pergerakan tanah, terlebih tidak ada penahan tanah yang memadai.

“Dan di sisi bawahnya tidak dilakukan penurapan yang kuat sehingga ini tertarik. Karena memang di sisi jurang ya, jadi tanah ini ketarik,” tuturnya.

Untuk mencegah longsor susulan, BPBD telah menyiapkan penanganan darurat jangka pendek, salah satunya dengan menutup area tanah terbuka menggunakan terpal.

“Untuk penanganan jangka pendeknya kami berupaya untuk menutup ini dulu dengan terpal. Sudah kita siapkan ini dari BPBD,” katanya.

Langkah tersebut dilakukan agar air hujan tidak langsung masuk ke area tanah yang sudah bergerak, sehingga dapat meminimalkan potensi pergeseran lanjutan.

Lebih lanjut, Suwarso menjelaskan, penanganan permanen nantinya akan dikoordinasikan dengan instansi teknis, terutama Dinas PUPR, untuk memastikan perbaikan lereng dan jalan bisa dilakukan secara tepat.

“Kalau perumahan ini sudah diserahkan Pemkot, kita akan keluarkan advice teknis untuk penanganan lanjutnya di PUPR,” tegasnya.

BPBD berharap penanganan lanjutan dapat segera dilakukan agar fungsi jalan kembali normal dan aktivitas warga tidak terganggu.

“Sehingga ini tidak berisiko kembali dan bisa dinormalkan kembali fungsi jalan ini sehingga tidak menganggu aktivitas warga,” lanjutnya.

BPBD mengimbau warga di sekitar lokasi agar tetap waspada, terutama jika hujan kembali mengguyur kawasan tersebut. Pasalnya, kondisi tanah yang sudah bergerak masih memiliki potensi terjadi longsor susulan.

Selain itu, BPBD juga mempertimbangkan dampak psikologis yang dialami warga akibat kejadian ini.

“Dan dari sisi psikologis, warga yang berdomisili di sini juga lebih aman,” pungkasnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id