Hanyut Tanpa Kendali, Ponton Batubara Nyaris Masuk Area Teras Samarinda dan Senggol Kapal PDAM

Ponton bermuatan batu bara bernama Garuda Coal VI dilaporkan hanyut tanpa kendali di Sungai Mahakam mengenai tongkang proyek PDAM. (Foto: Istimewa)

Samarinda, Kaltimetam.id – Suasana di kawasan ruang publik Teras Samarinda mendadak berubah tegang pada Minggu (21/6/2026) siang, setelah sebuah ponton bermuatan batu bara bernama Garuda Coal VI dilaporkan hanyut tanpa kendali di Sungai Mahakam dan meluncur mendekati tepian area publik tersebut.

Insiden ini sempat memicu kepanikan di sekitar lokasi karena ponton berukuran besar itu bergerak mengikuti derasnya arus sungai, hingga nyaris memasuki area yang dipadati aktivitas masyarakat. Dalam perjalanannya, ponton tersebut juga sempat bersinggungan dengan kapal yang tengah digunakan dalam pekerjaan infrastruktur air bersih PDAM.

Berdasarkan informasi di lapangan, ponton Garuda Coal VI diduga kehilangan kendali akibat kuatnya arus Sungai Mahakam. Kondisi tersebut membuat badan ponton perlahan bergerak tanpa pengawasan kapal penarik, sebelum akhirnya mengarah ke kawasan Teras Samarinda.

Pergerakan tak terkendali itu menjadi perhatian warga dan pekerja yang berada di sekitar lokasi, mengingat posisi ponton yang semakin mendekati area publik dengan aktivitas tinggi.

Dalam prosesnya, ponton tersebut sempat menyenggol Ponton Soluna 9, yang saat itu sedang digunakan untuk mendukung pekerjaan perbaikan pipa PDAM yang sebelumnya mengalami gangguan.

Salah satu saksi di lokasi, Nuraini, petugas kebersihan Teras Samarinda, mengaku situasi sempat menegangkan ketika melihat ponton besar itu bergerak mendekat tanpa adanya kapal penarik yang mengawal. Ia menyebut, awalnya tidak ada tanda-tanda bahaya hingga akhirnya ponton terlihat semakin dekat ke arah kawasan aktivitas warga.

“Saya langsung teriak ke teman-teman karena pontonnya makin dekat. Kami panik karena takut kejadian seperti sebelumnya terulang lagi,” ujarnya.

Menurutnya, suara benturan antar ponton sempat terdengar jelas saat kendaraan air tersebut bersinggungan di alur sungai.

Situasi berpotensi memburuk jika tidak segera ditangani. Namun keberadaan kapal lain di sekitar lokasi menjadi faktor penentu yang mencegah ponton bergerak lebih jauh ke arah tepian Teras Samarinda.

Kapal yang berada tidak jauh dari lokasi segera melakukan manuver untuk membantu mengarahkan dan menahan laju ponton agar tidak semakin mendekati kawasan publik.

“Kalau tidak cepat dibantu, mungkin bisa lebih dekat lagi ke area sini,” tutupnya.

Terpisah, Kasi Penjagaan, Patroli, dan Penyidikan KSOP Kelas I Samarinda, Sahrun Aziz, membenarkan adanya insiden tersebut. Pihaknya langsung melakukan pengecekan setelah menerima laporan dari petugas lapangan dan melihat video yang beredar di media sosial. Dari hasil pemantauan awal, ponton diketahui hanyut akibat kuatnya arus Sungai Mahakam, yang pada saat kejadian membuat posisi kapal tidak stabil dan sulit dikendalikan.

“Memang arus sungai saat itu cukup kuat sehingga ponton terbawa mendekati Teras Samarinda. Namun segera dibantu oleh kapal di sekitar lokasi dan berhasil diamankan,” jelasnya.

KSOP memastikan insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan berarti, termasuk pada aktivitas pekerja yang sedang melakukan perbaikan pipa PDAM di sekitar lokasi kejadian.

Seluruh pekerja dipastikan dalam kondisi aman, sementara ponton berhasil dikendalikan kembali setelah mendapatkan bantuan dari kapal lain di sekitar alur sungai.

“Sudah kami cek di lapangan, tidak ada korban dan tidak ada kerusakan. Situasi saat ini sudah kembali normal,” pungkasnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id