Gelap di Malam Hari, Rencana Penerangan Jembatan Mahulu Masih Tertahan Proses dan Anggaran

Ilustrasi Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu). (Foto: Istimewa)
Ilustrasi Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu). (Foto: Istimewa)

Samarinda, Kaltimetam.id – Rencana pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) di Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) hingga kini belum terealisasi. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyatakan proyek tersebut masih dalam proses di internal Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), sembari menunggu kepastian kesiapan anggaran daerah.

Jembatan Mahulu merupakan salah satu infrastruktur strategis yang menghubungkan Samarinda Seberang dengan pusat Kota Samarinda. Setiap hari, ribuan kendaraan melintas di jalur tersebut, menjadikannya salah satu urat nadi mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.

Namun hingga saat ini, kondisi penerangan di jembatan tersebut dinilai belum memadai, terutama pada malam hari. Minimnya pencahayaan menimbulkan kekhawatiran masyarakat terkait aspek keselamatan dan keamanan pengguna jalan.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mengatakan pemasangan PJU telah masuk dalam agenda kerja pemerintah daerah. Namun, realisasi proyek tetap harus mengikuti mekanisme perencanaan dan proses penganggaran yang berlaku.

“Penerangan masih dalam proses di Dinas PUPR. Mudah-mudahan tahun ini bisa selesai,” ujar Seno.

Ia mengakui kondisi gelap di Jembatan Mahulu berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, terlebih pada jam-jam sibuk malam hari. Selain itu, penerangan yang memadai juga dinilai penting untuk mendukung rasa aman pengguna jalan.

Kekhawatiran publik semakin menguat setelah insiden tongkang yang sempat menabrak bagian jembatan beberapa waktu lalu. Meski peristiwa tersebut tidak secara langsung disebabkan oleh faktor penerangan, masyarakat menilai penguatan sistem keselamatan di kawasan jembatan perlu dilakukan secara menyeluruh.

“Koordinasi lintas instansi terus dilakukan agar penerangan bisa segera terpasang dan berdampak langsung terhadap keamanan lalu lintas,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, menjelaskan bahwa saat ini fokus anggaran masih diarahkan pada pemasangan kamera pengawas atau CCTV di kawasan Jembatan Mahulu.

“CCTV yang masih kita targetkan pemasangan di Jembatan Mahulu,” ujarnya.

Menurut Aji, keterbatasan anggaran menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan pengadaan PJU belum dapat dilaksanakan dalam waktu dekat. Infrastruktur penerangan membutuhkan alokasi dana yang tidak sedikit, mulai dari pengadaan tiang lampu, instalasi kabel, hingga sistem distribusi daya listrik.

“Kita coba hitung kesiapan anggaran. Kalau mencukupi, kita adakan PJU sesuai perencanaan,” katanya.

Ia menambahkan, target pemasangan PJU tetap diupayakan dapat direalisasikan dalam tahun berjalan. Namun apabila kondisi fiskal belum memungkinkan, proyek tersebut berpotensi masuk dalam prioritas anggaran tahun berikutnya.

Pemasangan PJU di Jembatan Mahulu dinilai mendesak mengingat perannya sebagai jalur alternatif utama yang menghubungkan kawasan permukiman dengan pusat kota. Penerangan yang memadai bukan hanya mendukung keselamatan lalu lintas, tetapi juga menjadi bagian dari sistem mitigasi risiko serta pencegahan potensi tindak kriminalitas di ruang publik.

Sejumlah pengguna jalan berharap pemerintah dapat segera mempercepat realisasi proyek tersebut, sehingga aktivitas masyarakat pada malam hari dapat berlangsung lebih aman dan nyaman. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id