Samarinda, Kaltimetam.id – Sorotan warganet terhadap kondisi eskalator Pasar Pagi Samarinda yang sempat tidak berfungsi beberapa waktu lalu memunculkan pertanyaan publik.
Pasalnya, bangunan pasar tersebut tergolong baru dan bahkan belum diresmikan secara resmi, namun sudah dihadapkan pada persoalan fasilitas vital yang tidak berjalan optimal.
Video dan foto eskalator mati yang beredar di media sosial pun memperkuat persepsi masyarakat bahwa ada masalah serius pada sarana pendukung pasar.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, Nurrahmani, menjelaskan bahwa gangguan eskalator bukan disebabkan oleh kerusakan permanen maupun kegagalan konstruksi.
Menurutnya, masalah tersebut lebih dipicu oleh penggunaan eskalator yang tidak sesuai peruntukannya selama masa pemindahan pedagang dari pasar lama ke gedung baru.
Dalam proses pemindahan itu, kata Nurrahmani, sebagian pihak diduga menggunakan eskalator untuk mengangkut barang dagangan, termasuk barang berbahan besi dan muatan berat.
Padahal, eskalator dirancang khusus untuk mobilitas pejalan kaki, bukan untuk beban barang dalam jumlah besar.
“Kami berharap semua pihak bisa sama-sama menjaga fasilitas. Eskalator itu untuk pejalan kaki, bukan untuk barang,” ujarnya, Senin (26/1/2026).
Ia menyebut pihaknya telah melakukan komunikasi dengan pengelola pasar, pedagang, hingga pihak terkait agar penggunaan fasilitas bisa lebih tertib.
Disdag juga meminta agar lift barang dimanfaatkan secara maksimal sesuai fungsinya, sehingga eskalator tidak kembali mengalami gangguan serupa.
Nurrahmani memastikan bahwa eskalator yang sebelumnya mati kini sudah diperbaiki dan kembali berfungsi.
Ia menegaskan, perbaikan dilakukan sebagai respons cepat agar aktivitas pedagang dan pengunjung pasar tidak terganggu terlalu lama.
“Masalah eskalator sudah kami perbaiki. Saat ini semuanya sudah berfungsi kembali,” tegasnya.
Di sisi lain, Abi, pedagang jasa servis perhiasan di Pasar Pagi Samarinda yang telah berjualan sejak tahun 2000, membenarkan bahwa eskalator memang sempat tidak berjalan normal.
Namun ia menilai gangguan tersebut tidak terjadi secara menyeluruh di seluruh area pasar.
“Tidak semua mati. Ada yang tangga naiknya mati, tapi yang turun jalan. Di sisi lain justru kebalikannya,” ungkap Abi.
Ia menyebut kondisi tersebut berlangsung sekitar satu pekan dan kerap terjadi pada jam-jam tertentu, terutama saat siang hingga sore hari.
Bahkan, menurutnya, eskalator di lantai tertentu bisa berfungsi, sementara di lantai lainnya justru berhenti.
“Kadang di bawah mati, di atas bisa jalan. Jadi memang tidak sama semua,” katanya.
Abi juga mengaku tidak pernah menerima sosialisasi atau pengumuman resmi dari pengelola pasar terkait gangguan tersebut, termasuk kemungkinan adanya masalah daya listrik atau teknis lainnya.
Eskalator, menurutnya, kembali normal tanpa pemberitahuan, bertepatan dengan ramainya pembahasan di media sosial.
“Tiba-tiba saja jalan lagi. Tidak ada pengumuman, entah karena sudah viral atau memang sudah diperbaiki,” ujarnya.
Selain eskalator, ia menyinggung soal lift barang yang juga sempat dikeluhkan sebagian pedagang. Meski lift masih bisa digunakan, ia mendengar adanya keluhan gangguan teknis ringan.
Namun Abi menilai hal tersebut wajar mengingat bangunan pasar masih tergolong baru.
“Mungkin karena masih tahap awal juga, jadi ada sedikit trouble. Kita juga bukan teknisi, jadi tidak tahu pastinya,” tuturnya.
Sementara itu, Disdag Samarinda menyatakan fokus saat ini adalah memastikan masa transisi pemindahan pedagang berjalan tertib dan fasilitas pasar dapat digunakan sesuai fungsinya.
Termasuk rencana penataan tahap kedua Pasar Pagi yang masih akan dipresentasikan kepada Wali Kota Samarinda.
Nurrahmani kembali menegaskan bahwa keberlangsungan dan keawetan fasilitas Pasar Pagi sangat bergantung pada kesadaran bersama, terutama di masa awal operasional pasar baru.
“Pasar ini milik kita bersama, jadi kalau ingin fasilitasnya awet dan nyaman digunakan, semuanya harus ikut menjaga dan menggunakan sesuai peruntukannya,” pungkasnya. (REE)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
