Disdag Samarinda Antisipasi Lonjakan Harga Bapokting Jelang Ramadan, Stok Dipastikan Aman

Aktivitas pedagang bahan pokok di Pasar Segiri Samarinda, menjelang Ramadan. (Foto: Ree/Kaltimetam.id)
Aktivitas pedagang bahan pokok di Pasar Segiri Samarinda, menjelang Ramadan. (Foto: Ree/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id — Menjelang Ramadan, Pemerintah Kota Samarinda mulai mengintensifkan langkah pengendalian harga bahan pokok penting (bapokting) guna mengantisipasi lonjakan harga akibat meningkatnya permintaan masyarakat.

Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan koordinasi distribusi, pengawasan pasokan, hingga penyiapan operasi pasar sebagai instrumen intervensi.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, Nurrahmani, menyebut kondisi geografis dan struktur ekonomi daerah menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga stabilitas harga.

Samarinda bukan merupakan daerah produsen utama bahan pangan, sehingga sebagian besar kebutuhan pokok masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Ketergantungan tersebut, menurutnya, membuat Samarinda cukup rentan terhadap gejolak harga, terutama saat memasuki momentum tertentu seperti Ramadan dan menjelang Idulfitri.

Pada periode ini, permintaan cenderung meningkat signifikan, sementara pasokan dari daerah produsen kerap dipengaruhi faktor musim dan cuaca.

“Sebagian besar bahan pokok kita datangkan dari luar daerah. Cabai, misalnya, banyak berasal dari Sulawesi. Kalau permintaan naik dan di daerah produsen sedang terkendala musim, itu bisa berpengaruh ke stok dan harga,” ujar Nurrahmani, Rabu (4/2/2026).

Untuk mengantisipasi potensi tersebut, Disdag Samarinda sejak awal telah menjalin komunikasi intensif dengan para distributor. Koordinasi dilakukan agar distribusi dari produsen dapat dipersiapkan lebih dini, sehingga pasokan tetap terjaga ketika permintaan masyarakat meningkat.

Selain memastikan kelancaran distribusi, Disdag juga menyiapkan skema operasi pasar sebagai langkah pengendalian harga.

Operasi pasar ini menjadi salah satu instrumen utama pemerintah daerah untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya pada komoditas yang rawan mengalami lonjakan harga.

“Operasi pasar tetap kami siapkan. Biasanya dilaksanakan di kecamatan-kecamatan dan dilakukan beberapa kali menjelang Lebaran, menyesuaikan kondisi di lapangan,” jelasnya.

Pelaksanaan operasi pasar, lanjut Nurrahmani, tidak dilakukan secara serentak, melainkan bertahap dengan sesi yang berbeda.

Pola ini diterapkan agar intervensi pasar bisa lebih efektif dan tepat sasaran, terutama jika terjadi fluktuasi harga di waktu tertentu.

Di sisi lain, Disdag Samarinda juga mendorong optimalisasi peran produksi lokal sebagai penyangga pasokan.

Koordinasi dilakukan dengan instansi terkait di sektor pertanian agar hasil produksi petani setempat dapat diserap dan diprioritaskan untuk kebutuhan di dalam daerah.

Langkah ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar daerah, sekaligus memberikan ruang bagi petani lokal untuk berkontribusi dalam menjaga stabilitas harga di pasar.

“Kami juga minta agar sektor pertanian bisa ikut membackup, supaya distribusi hasil petani lokal bisa dimaksimalkan untuk kebutuhan Samarinda,” tambah Nurrahmani.

Dengan berbagai langkah tersebut, Disdag Samarinda optimistis ketersediaan bapokting selama Ramadan hingga Lebaran dapat terjaga.

Pemerintah kota memastikan pemantauan harga akan terus dilakukan secara berkala dan siap mengambil langkah tambahan apabila terjadi gejolak di lapangan.

“Harapannya stok tetap tersedia dan harga tidak melonjak. Kami akan terus berkomunikasi dengan distributor dan memantau kondisi di lapangan,” pungkasnya. (REE)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id