Samarinda, Kaltimetam.id – Insiden kecelakaan kerja kembali terjadi di sektor konstruksi. Sebuah dinding beton di lokasi pembongkaran bangunan ambruk secara tiba-tiba dan menimpa dua pekerja di Jalan Juanda 7, Kecamatan Samarinda Ulu, pada Kamis (4/12/2025) sekitar pukul 10.00 Wita. Peristiwa tersebut langsung mengubah suasana kerja yang awalnya padat aktivitas menjadi panik dan mencekam.
Awalnya, para pekerja tengah melakukan pembongkaran rutin pada salah satu struktur bangunan. Suara dentingan palu, gesekan besi, dan instruksi mandor memenuhi area tersebut. Namun keadaan berubah drastis saat sebuah dinding beton yang tengah dilemahkan strukturnya runtuh dalam sekejap. Dua pekerja, Tama dan Sudarno, tak sempat menghindar dan tertimpa material beton yang berat.
Rekan-rekan kerja yang melihat kejadian itu sontak berteriak histeris. Mereka langsung menghampiri lokasi runtuhan sambil berusaha menyingkirkan puing untuk menyelamatkan kedua korban. Sejumlah pekerja terlihat terguncang menyaksikan tubuh rekan mereka yang tergeletak tak berdaya.
Salah seorang saksi mata sekaligus rekan kerja korban, Hendra mengaku masih terkejut saat menceritakan kejadiannya.
“Mereka lagi merobohkan dinding, tiba-tiba langsung runtuh. Kami semua kaget, tidak ada aba-aba. Kami berusaha menolong, tapi puingnya berat sekali,” ucapnya.
Tak butuh waktu lama, petugas Polresta Samarinda dan Polsekta Samarinda Ulu tiba di lokasi setelah menerima laporan. Tim medis dari dokter on call dan PMI Kota Samarinda turut dikerahkan untuk memberikan pertolongan pertama.
Saat tim medis tiba, kedua korban ditemukan dalam kondisi kritis. Setelah dipasang alat bantu pernapasan dan dilakukan penanganan awal, keduanya segera dievakuasi ke RSUD AW Sjahranie menggunakan ambulans.
Tak hanya menangani korban, pihak kepolisian juga langsung mengamankan area kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sejumlah saksi, termasuk mandor dan pekerja lain yang berada di lokasi, diperiksa untuk mengetahui kronologi dan dugaan penyebab keruntuhan.
Pamapta 3 Polresta Samarinda, Ipda Riyan Rizki Hidayat, mengatakan bahwa pihaknya masih terus mendalami kemungkinan adanya faktor kelalaian.
“Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab runtuhnya dinding ini. Semua kemungkinan kami buka, termasuk apakah ada pelanggaran prosedur keselamatan kerja atau struktur bangunan yang tidak stabil,” jelasnya.
Dinding yang ambruk tersebut kini menjadi objek pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga menelisik apakah pekerjaan pembongkaran dilakukan sesuai standar operasional, termasuk penggunaan alat pelindung diri (APD), metode perobohan struktur, dan pengawasan ketat terhadap zona berbahaya.
Kecelakaan ini menjadi peringatan keras tentang masih lemahnya penerapan Standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di sejumlah proyek konstruksi. Dalam pekerjaan pembongkaran bangunan, risiko keruntuhan struktur merupakan salah satu ancaman terbesar, sehingga prosedur keamanan harus dilakukan secara ketat. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







