Diduga Dipicu Pengaruh Alkohol, Pria di Sungai Kunjang Sabet Korban dengan Parang hingga Luka Serius

Pihak Kepolisian bersama Ketua ITS 01 menjenguk korban sabetan parang di Rumah Sakit Hermina. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Suasana Minggu sore di Perumahan Citra Griya, Kecamatan Sungai Kunjang, mendadak berubah mencekam. Keributan antarwarga yang semula terdengar sebagai adu mulut, berakhir dengan aksi kekerasan menggunakan senjata tajam. Seorang pria bernama Yoga harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami luka robek serius di bagian kepala akibat sabetan parang.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.40 Wita itu sontak mengundang perhatian warga sekitar. Beberapa warga yang mendengar keributan segera mendekat, sementara lainnya memilih melapor ke aparat kepolisian.

Tak lama setelah laporan diterima, Tim Jatanras Polresta Samarinda langsung bergerak menuju lokasi. Situasi yang sempat memanas berhasil dikendalikan, dan seorang pria yang diduga sebagai pelaku segera diamankan berikut barang bukti sebilah parang.

Kasubnit Opsnal Unit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda, IPDA Junet Jonathan Siahaya, membenarkan kejadian tersebut.

“Benar, kami menerima laporan adanya keributan yang berujung pada penganiayaan menggunakan senjata tajam. Anggota langsung menuju lokasi dan mengamankan satu orang terduga pelaku berikut barang bukti,” ujarnya.

Menurut Junet, langkah cepat pengamanan dilakukan guna mencegah situasi berkembang menjadi konflik lanjutan di lingkungan perumahan yang padat penduduk.

“Pelaku sudah diamankan di Mapolresta Samarinda dan saat ini masih dalam proses pemeriksaan. Kami mendalami motif kejadian serta kronologi secara lengkap,” tambahnya.

Sementara itu, korban yang mengalami luka robek di bagian kepala segera dilarikan ke Rumah Sakit Hermina Samarinda untuk mendapatkan penanganan medis. Luka sabetan senjata tajam tersebut memerlukan tindakan penjahitan karena cukup dalam.

Ketua Info Taruna Samarinda (ITS), Joko Iswanto atau yang akrab disapa Jokis, mengatakan pihaknya menerima informasi awal mengenai keributan sebelum memastikan adanya korban penganiayaan.

“Awalnya kami mendapat kabar ada keributan di sekitar perumahan. Setelah kami cek ke rumah sakit, ternyata benar korban mengalami luka robek cukup serius di kepala akibat sabetan parang,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa sempat terjadi kendala dalam proses penanganan medis karena persoalan administrasi dan jaminan biaya perawatan. Korban diketahui merupakan perantau asal Pulau Jawa dan tidak memiliki keluarga di Samarinda.

“Korban hanya didampingi kekasihnya yang belum memiliki pekerjaan tetap. Saat itu rumah sakit meminta jaminan untuk tindakan penjahitan luka. Kami tidak ingin proses medis tertunda karena masalah biaya,” jelasnya.

Melihat kondisi tersebut, ITS bersama sejumlah relawan bergerak cepat menggalang bantuan untuk memastikan korban segera mendapat perawatan.

“Alhamdulillah, teman-teman bergerak cepat membantu. Biaya awal untuk tindakan penjahitan sudah kami bantu selesaikan. Ini murni kepedulian sosial agar korban bisa segera ditangani,” pungkasnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id