Cegah Kecelakaan Kapal di Kolong Jembatan Mahakam, Pelindo Pasang Sensor dan Sistem Peringatan

PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) menambah fasilitas navigasi modern berupa sensor pemantau kondisi perairan di sekitar kawasan Jembatan Mahakam dan Jembatan Mahulu, Samarinda. (Foto: Istimewa)

Samarinda, Kaltimetam.id – Upaya meningkatkan keselamatan pelayaran di Sungai Mahakam terus dilakukan. PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) menambah fasilitas navigasi modern berupa sensor pemantau kondisi perairan di sekitar kawasan Jembatan Mahakam dan Jembatan Mahulu, Samarinda.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan agar insiden kapal yang menabrak struktur jembatan tidak kembali terjadi, sekaligus memperkuat sistem keselamatan pelayaran di salah satu jalur transportasi air penting di Kalimantan Timur.

Direktur Operasi dan Teknik SPJM Edward DN Napitupulu menjelaskan bahwa perangkat sensor yang dipasang mampu memberikan informasi penting mengenai kondisi perairan secara real-time. Data tersebut akan membantu para petugas pandu serta nahkoda kapal saat melakukan manuver di jalur pelayaran yang relatif sempit di bawah jembatan. Menurutnya, informasi yang dihasilkan dari sensor tersebut dapat meningkatkan akurasi dalam proses pemanduan kapal, sehingga pergerakan kapal dapat dilakukan dengan lebih aman dan efisien.

“Perangkat ini akan membantu memberikan informasi yang lebih akurat bagi perwira pandu maupun nahkoda saat melakukan pemanduan kapal, terutama ketika kapal melakukan olah gerak di sekitar kolong jembatan,” ujarnya.

Sistem sensor tersebut bekerja dengan memantau beberapa indikator penting di perairan Sungai Mahakam, seperti kecepatan arus sungai serta jarak bebas antara permukaan air dengan bagian bawah jembatan yang menjadi faktor penting dalam keselamatan pelayaran.

Seluruh data yang diperoleh dari perangkat tersebut kemudian ditampilkan pada layar monitor yang dipasang di titik strategis di sekitar kawasan jembatan. Dengan demikian, petugas yang bertugas dapat memantau kondisi perairan secara langsung sebelum kapal melintas.

Edward menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari rangkaian peningkatan sistem navigasi yang telah dilakukan secara bertahap oleh Pelindo Jasa Maritim di kawasan Sungai Mahakam.

Sebelumnya, perusahaan juga telah memasang Port Entry Light (PEL) yang berfungsi sebagai lampu penunjuk jalur pelayaran bagi kapal yang akan melintas di bawah jembatan. Pemasangan fasilitas tersebut mulai dilakukan sejak September 2024.

Lampu suar berintensitas tinggi tersebut berfungsi sebagai panduan visual bagi kapal yang melintas, terutama pada malam hari atau ketika kondisi cuaca menyebabkan jarak pandang menjadi terbatas.

“Lampu pemandu ini menandai jalur pelayaran yang aman bagi kapal sekaligus membantu pelaut mengenali potensi bahaya navigasi saat melintas,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa teknologi lampu suar seperti Port Entry Light telah banyak digunakan di berbagai pelabuhan dunia, khususnya pada jalur pelayaran yang memiliki ruang gerak terbatas atau tingkat kepadatan lalu lintas kapal yang tinggi.

Karakteristik pelayaran di kawasan kolong Jembatan Mahakam sendiri dinilai memiliki tingkat kesulitan tertentu. Selain faktor arus sungai yang cukup kuat, ruang bebas antara permukaan air dan struktur jembatan juga menjadi pertimbangan penting bagi kapal yang melintas.

Untuk memperkuat sistem keamanan tersebut, Pelindo Jasa Maritim kemudian menambahkan sensor pemantau kondisi perairan pada awal Januari 2026 di sekitar kawasan jembatan.

Selain memantau arus dan clearance, perusahaan juga memasang perangkat tambahan berupa sensor pengukur ketinggian muatan kapal yang menggunakan teknologi laser range finder.

Perangkat ini ditempatkan di stasiun pandu yang berada di dekat kawasan Jembatan Mahulu. Sensor tersebut mampu mengukur tinggi muatan kapal secara presisi sebelum kapal melintas di bawah jembatan.

Apabila sistem mendeteksi ketinggian muatan kapal melebihi batas aman yang ditetapkan dalam regulasi pelayaran, perangkat tersebut akan secara otomatis mengirimkan peringatan kepada petugas.

“Jika ketinggian muatan kapal melampaui batas yang diizinkan, sistem akan memberikan notifikasi peringatan secara otomatis,” tutupnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id

Exit mobile version