Samarinda, Kaltimetam.id – Kalimantan Timur kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kaltim pada tahun 2025 mencapai angka 79,39, menjadikannya sebagai provinsi dengan IPM tertinggi di Pulau Kalimantan sekaligus masuk dalam empat besar nasional.
Capaian tersebut melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 75,90 dan semakin mempertegas posisi Kalimantan Timur sebagai salah satu daerah dengan kualitas sumber daya manusia terbaik di Indonesia.
Dalam laporan resmi BPS yang dipublikasikan pada 24 April 2026, Kalimantan Timur hanya berada di bawah Kepulauan Riau, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan DKI Jakarta dalam daftar provinsi dengan IPM tertinggi nasional.
Di tingkat regional, capaian Kaltim unggul cukup jauh dibanding provinsi lain di Pulau Kalimantan.
Prestasi ini dinilai menjadi indikator positif bahwa kualitas hidup masyarakat di Benua Etam terus mengalami peningkatan secara konsisten, baik dari sektor kesehatan, pendidikan, maupun tingkat kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Pengamat daerah sekaligus mantan anggota DPRD Kalimantan Timur periode 2014–2019, Zain Taufik Nurrokman, menilai tingginya IPM Kaltim tidak terjadi secara instan, melainkan merupakan hasil dari pembangunan berkelanjutan yang dijalankan dari periode ke periode pemerintahan.
Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan konsistensi kebijakan dan kesinambungan program pembangunan.
“Pembangunan itu proses yang berkelanjutan. Ketika IPM Kaltim mampu tetap berada di papan atas nasional, itu menunjukkan pembangunan sumber daya manusianya berjalan konsisten,” ujarnya.
Zain mengatakan, tingginya IPM tidak hanya menggambarkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mencerminkan kualitas layanan dasar masyarakat yang terus membaik.
Mulai dari akses pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga kemampuan daya beli masyarakat dinilai mengalami perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir.
Salah satu indikator yang menjadi kekuatan utama Kalimantan Timur berada pada sektor kesehatan.
Data BPS mencatat Umur Harapan Hidup (UHH) masyarakat Kaltim pada tahun 2025 mencapai 75,28 tahun. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di Pulau Kalimantan dan lebih tinggi dibanding rata-rata nasional sebesar 74,47 tahun.
Tingginya angka UHH menunjukkan kualitas pelayanan kesehatan, pola hidup masyarakat, serta akses terhadap fasilitas kesehatan di Kalimantan Timur semakin membaik.
Selain sektor kesehatan, bidang pendidikan juga menjadi salah satu faktor utama yang mendorong tingginya IPM Kaltim.
BPS mencatat Harapan Lama Sekolah (HLS) di Kalimantan Timur mencapai 14,04 tahun atau tertinggi di Kalimantan.
Angka tersebut menunjukkan anak-anak di Kalimantan Timur memiliki peluang menempuh pendidikan hingga setara Diploma II (D-II).
Capaian itu dinilai menjadi sinyal positif terhadap perkembangan kualitas pendidikan di Kaltim, terutama di tengah transformasi besar daerah sebagai penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN).
Tidak hanya pendidikan dan kesehatan, tingkat kesejahteraan masyarakat Kalimantan Timur juga tercatat cukup tinggi dibanding daerah lain.
Dari sisi pengeluaran riil per kapita, masyarakat Kaltim memiliki rata-rata pengeluaran sebesar Rp14,25 juta per tahun.
Nilai tersebut lebih tinggi dibanding rata-rata nasional sebesar Rp12,80 juta dan menjadi yang tertinggi di Pulau Kalimantan.
Besarnya pengeluaran riil per kapita itu mencerminkan daya beli masyarakat yang relatif kuat serta kondisi ekonomi rumah tangga yang cukup baik.
Menurut Zain, capaian IPM tersebut menjadi modal penting bagi Kalimantan Timur dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa depan, terutama setelah ditetapkannya Ibu Kota Nusantara di wilayah tersebut.
Ia menilai kualitas sumber daya manusia akan menjadi faktor utama dalam menentukan kesiapan masyarakat lokal menghadapi arus investasi dan percepatan pembangunan yang terjadi di Kaltim.
“Kaltim saat ini tidak hanya dituntut kuat dari sisi sumber daya alam, tetapi juga harus unggul dari kualitas manusianya. Itu yang menjadi tantangan sekaligus peluang,” katanya.
Meski demikian, ia mengingatkan masih ada sejumlah tantangan yang harus menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama terkait pemerataan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan hingga ke wilayah pedalaman dan perbatasan.
Selain itu, peningkatan kualitas tenaga kerja lokal juga dianggap penting agar masyarakat Kaltim mampu bersaing di tengah transformasi ekonomi dan pembangunan berskala besar di wilayah IKN.
Capaian IPM yang terus meningkat juga dinilai menunjukkan arah pembangunan di Kalimantan Timur mulai bergerak lebih fokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Dengan posisi yang kini berada di jajaran elite nasional dalam pembangunan manusia, Kalimantan Timur dinilai memiliki peluang besar menjadi salah satu pusat pertumbuhan sumber daya manusia unggul di Indonesia pada masa mendatang. (SIK/ADV)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







