Bejat! Ayah Kandung di Samarinda Diduga Mencabuli Anaknya yang Masih Usia 15 Bulan

Animasi kasus pencabulan (Foto: Istimewa)

Samarinda, Kaltimetam.id – Seorang suami di Kota Samarinda harus berurusan dengan pihak kepolisian lantaran dilaporkan oleh istrinya sendiri diduga telah melakukan pencabulan kepada anak kandungnya sendiri yang masih berusia 15 bulan. Laporan tersebut masih dalam tahap penyelidikan pihak kepolisian.

Ketua Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Provinsi Kaltim, Rina Zainun mengatakan bahwa, berdasarkan informasi dari ibu korban, diduga sang ayah melakukan pencabulan terhadap anak kandungnya sendiri.

“Jadi ibu korban ini datang kepada kami dan menceritakan semua hal yang terjadi serta memperlihatkan kondisi anaknya,” jelasnya.

Rina telah melihat kondisi si bayi dan merasa prihatin karena pada bagian kelamin korban terlihat bengkak.

Awal mula kecurigaan tersebut muncul, ibu yang masih berusia 23 tahun itu ingin memandikan sang anak. Namun, sang ayah melarang ibunya untuk memandikan anaknya tersebut.

“Anaknya buang air besar dibersihkan ibunya kemudian melihat kelaminnya bengkak dan merah, ditanyakan ke suaminya dibilang karena popok,” ucapnya.

Mendengar perkataan tersebut, sang ibu lalu menaruh rasa kecurigaan terhadap sang suami terhadap anaknya.

“Kalau karena popok tidak sampai seperti itu, disitulah dia makin curiga dan langsung meminta pendampingan kami,” sebutnya.

Pada pekan lalu sekitar hari Sabtu (30/03/2024), tim TRC PPA beserta ibu korban melakukan pembuatan laporan resmi ke Polresta Samarinda.

“Ibu korban telah melaporkan kecurigaan ini ke pihak kepolisian dan sudah dilakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), kemudian dari pihak kepolisian meminta untuk dilakukan visum,” paparnya.

Pada, Senin (1/4/3034) lalu ia bersama dengan pihak korban melakukan visum, sebagai bukti untuk proses penyelidikan.

“Sebelum saya juga sudah sampaikan, namanya membuat pelaporan itu harus disertakan saksi dan bukti yang lengkap, kalau memenuhi unsur pasti diproses dan sudah dilakukan visum, ya besar harapan nanti ini bisa menguatkan apa yang diduga ibu korban,” katanya.

Terakhir, Rina berharap bayi malang itu segera pulih dari traumanya dan penyebab pembengkakan pada kelamin korban segera terungkap juga.

“Kami berharp yang terbaik dari kasus ini dan anak tersebut cepat kami pulih,” pungkasnya.

Ketua TRC PPA Kaltim, Rina Zainun juga menghimbau kepada seluruh orang tua agar menjaga lebih ekstra anak-anaknya serta jangan biasakan pakai-pakaian yang terlalu vulgar. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id

Exit mobile version