Samarinda, Kaltimetam.id – Aksi balap liar yang sempat menggegerkan publik melalui rekaman video di media sosial akhirnya berhasil diungkap jajaran Polresta Samarinda. Dalam pengungkapan tersebut, empat unit sepeda motor, dua joki, dan dua mekanik diamankan. Peristiwa yang disebut terjadi dalam dua sesi balapan pada satu malam di Jalan Kusuma Bangsa itu kini resmi masuk tahap penyelidikan kepolisian.
Kasatlantas Polresta Samarinda, Kompol La Ode Prasetyo Fuad, menjelaskan bahwa pengungkapan dilakukan setelah video aksi adu kecepatan itu beredar luas dan memicu kegelisahan warga. Ia menegaskan bahwa penindakan dilakukan bukan saat motor sedang melaju, melainkan setelah aparat menerima informasi viralnya rekaman tersebut.
“Untuk kendaraan kami amankan bukan dalam kondisi sedang ngebut. Informasi kami baru dapatkan setelah video tersebar. Tim Satlantas dan Samapta langsung bergerak dan menaikkan kasus ini ke penyelidikan,” jelasnya.
Menurutnya, aksi balap liar ini tidak sekadar pelanggaran lalu lintas, tetapi memuat indikasi pelanggaran hukum lain yang masih didalami, termasuk unsur judi dan taruhan.
“Indikasi unsur taruhan itu ada, tapi saat ini masih kami pelajari. Kami kumpulkan bukti-bukti apakah memenuhi syarat untuk dijadikan tindak pidana. Kalau memang mengarah ke perjudian jalanan, penanganannya bukan lagi sekadar pelanggaran lalu lintas,” tegasnya.
Dalam operasi penertiban, empat unit motor diamankan bersama dua joki yang kemudian menjalani pemeriksaan. Dua joki lain yang terekam dalam video diketahui melarikan diri saat aparat bergerak melakukan penyitaan kendaraan.
Selain joki, dua mekanik yang menyiapkan performa mesin juga ikut diperiksa. Keduanya disebut berperan dalam menyetel kendaraan dan menyiapkan komponen yang digunakan untuk adu kecepatan, termasuk knalpot racing jenis tertentu yang kerap menjadi ciri motor balap liar.
Salah satu mekanik, Rizky, mengakui bahwa penyetelan mesin dilakukan memang secara khusus pada malam hari karena tuntutan aktivitas dan persiapan teknis.
“Biasanya setting malam karena sempatnya malam. Ada dua motor yang kami setel, jokinya beda-beda,” ujarnya singkat.
Ia juga membenarkan bahwa motor yang digunakan dalam balapan tidak sekadar dimodifikasi biasa, melainkan disiapkan dengan konsep performa maksimal di lintasan tertentu. Kendati demikian, Rizky enggan berkomentar ketika ditanya mengenai dugaan taruhan. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
