Aksi Ribuan Massa Minim Dampak, Pemkot Samarinda Apresiasi Kesadaran Warga Jaga Fasilitas Publik

Wali Kota Samarinda, Andi Harun meninjau kawasan Teras Samarinda pasca aksi 214, Rabu (22/4/2026). (Foto: REE/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Pemerintah Kota Samarinda memastikan kondisi kawasan Teras Samarinda dan sekitarnya tetap relatif aman setelah aksi unjuk rasa 214 yang berlangsung pada Selasa (21/4/2026).

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, bersama Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, serta jajaran organisasi perangkat daerah melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Rabu (22/4/2026).

Kunjungan ini dilakukan untuk melihat secara langsung dampak dari kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat sehari sebelumnya.

“Setelah kita lihat dan pantau, memang ada sedikit kerusakan, tapi tidak terlalu berarti,” ujar Andi Harun.

Dari hasil pemantauan, kerusakan yang ditemukan hanya bersifat minor, di antaranya pada bagian pagar di kawasan Teras Samarinda tahap dua serta beberapa bagian tempat duduk berbahan batu yang mengalami pengelupasan.

Menurutnya, kondisi tersebut cukup mengejutkan mengingat jumlah massa yang terlibat dalam aksi mencapai ribuan orang.

Ia menilai, kesadaran masyarakat dalam menjaga fasilitas publik selama aksi berlangsung tergolong tinggi.

“Jarang ada aksi dengan ribuan massa, tapi tidak terjadi kerusakan besar pada fasilitas publik. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat cukup tinggi,” tutur Andi Harun.

Ia menambahkan, seluruh kerusakan yang ada tidak memerlukan penanganan besar dan dapat segera diperbaiki dalam waktu singkat.

Saat ini, perbaikan bahkan telah mulai dilakukan oleh unit teknis terkait di lapangan.

“Hanya beberapa bagian kecil, seperti pagar dan batu under seat yang terkupas, itu pun tidak signifikan dan bisa segera diperbaiki,” katanya.

Selain itu, kebutuhan anggaran untuk pemulihan juga relatif kecil. Pemerintah kota memperkirakan total biaya perbaikan tidak mencapai angka besar dan masih dalam batas yang sangat wajar.

“Kalau dihitung-hitung, mungkin hanya sekitar Rp10 jutaan sudah beres,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Andi Harun mengapresiasi sikap masyarakat yang tetap menjaga ketertiban selama aksi berlangsung.

Ia menilai hal tersebut menjadi bukti bahwa penyampaian aspirasi dapat dilakukan tanpa merusak fasilitas umum.

“Dengan jumlah massa yang besar, ternyata tidak ada kerusakan yang menonjol. Ini luar biasa, karena kita sama-sama menjaga Samarinda dan fasilitas publik yang ada,” tutupnya. (REE)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id