Akses Jalan Rusak di Kutim Hambat Ambulans Pembawa Jenazah, Perjalanan Samarinda–Telen Memakan 13 Jam

Akibat jalan rusak, Ambulans pembawa jenazah dari Samarinda ke Telen Kutim terhambat. (Foto: Istimewa)

Samarinda, Kaltimetam.id – Kondisi infrastruktur jalan di sejumlah wilayah pedalaman Kalimantan Timur kembali menjadi sorotan setelah sebuah mobil ambulans yang membawa jenazah dari Kota Samarinda menuju Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), mengalami kendala serius di tengah perjalanan. Jalan yang rusak dan berlumpur membuat kendaraan kesulitan melintas hingga harus beberapa kali ditarik oleh kendaraan lain.

Perjalanan tersebut dilakukan oleh relawan kemanusiaan dari Info Taruna Samarinda (ITS), Mujadi, pada Minggu (8/3/2026). Ia mengantarkan jenazah ke Desa Lung Melah, Dusun Lingai Jalung, Kecamatan Telen. Menurutnya, perjalanan menuju lokasi tujuan tidak berjalan lancar karena kondisi jalan yang rusak berat, terutama saat melintasi kawasan Gunung Benteng di Kecamatan Telen. Jalan yang dipenuhi lumpur membuat kendaraan sulit melewati tanjakan yang cukup curam.

“Kondisi jalannya sangat parah, seperti bubur. Ambulans sampai harus ditarik beberapa kali supaya bisa naik di tanjakan,” ujar Mujadi saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan bahwa mobil ambulans yang dikendarainya sempat ditarik hingga empat kali karena tidak mampu melewati medan jalan yang licin dan berlumpur. Situasi tersebut membuat perjalanan menjadi jauh lebih lama dari biasanya.

Selain kondisi jalan yang rusak, rombongan juga harus menghadapi keterbatasan bantuan kendaraan di jalur tersebut. Dalam salah satu kejadian, mereka bahkan harus menunggu cukup lama agar bisa mendapat bantuan kendaraan lain untuk membantu melewati tanjakan.

Mujadi mengatakan rombongan sempat menunggu sebuah truk yang melintas untuk membantu menarik ambulans. Namun upaya tersebut tidak berjalan sesuai harapan.

“Kami menunggu sekitar satu setengah jam karena berharap bisa ditarik truk yang mau naik. Tapi akhirnya truk itu juga tidak kuat, jadi harus mundur lagi,” katanya.

Perjalanan menuju Kecamatan Telen dilakukan melalui jalur darat yang cukup panjang. Rombongan menggunakan tiga kendaraan dan memilih rute melalui Batu Redi Wahau, kemudian melanjutkan perjalanan dengan menyeberang di Long Seger.

Mujadi mengungkapkan bahwa ia berangkat dari Kota Samarinda sekitar pukul 13.00 WITA. Namun karena kondisi jalan yang sulit dilalui, rombongan baru tiba di lokasi tujuan sekitar pukul 01.30 WITA dini hari.

Dengan demikian, perjalanan yang ditempuh untuk mengantarkan jenazah tersebut memakan waktu hampir 13 jam.

Setelah prosesi pengantaran selesai, rombongan kembali melakukan perjalanan pulang pada pagi hari sekitar pukul 05.00 WITA. Namun perjalanan pulang juga tidak sepenuhnya berjalan lancar.

Rombongan sempat mencoba mengambil jalur alternatif yang dianggap lebih pendek. Namun pilihan tersebut justru membuat kendaraan terjebak di ruas jalan berlumpur.

“Kami mencoba mencari rute yang lebih pendek, tapi malah terjebak di jalan berlumpur. Akhirnya kami harus memutar lewat Muara Bengkal hingga tembus ke Sebulu,” jelasnya.

Perjalanan pulang akhirnya selesai sekitar pukul 13.30 WITA, setelah rombongan menempuh jalur memutar yang cukup jauh dari rencana awal.

Meski menghadapi berbagai kendala di perjalanan, Mujadi mengaku bersyukur proses pengantaran jenazah dapat diselesaikan dengan selamat.

Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi infrastruktur jalan di wilayah pedalaman Kalimantan Timur. Menurutnya, akses jalan yang layak sangat penting untuk mendukung mobilitas masyarakat, termasuk dalam situasi darurat seperti pelayanan kesehatan dan pengantaran jenazah.

“Alhamdulillah kami bisa sampai dengan selamat. Harapannya ke depan akses jalan di wilayah ini bisa diperbaiki supaya masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan seperti ini,” pungkasnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id

Exit mobile version