133 Kebakaran Landa Samarinda hingga Akhir Juli 2026, Permukiman dan Korsleting Listrik Jadi Pemicu Utama

Kebakaran menghanguskan sebuah bangunan yang difungsikan sebagai tempat tinggal sekaligus lokasi usaha di Jalan Ciptomangunkusumo, RT 04, Kelurahan Gunung Panjang, Kecamatan Samarinda Seberang, Kamis (23/7/2026) pagi. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Ancaman kebakaran masih menjadi salah satu persoalan yang membayangi Kota Samarinda. Sepanjang Januari hingga akhir Juli 2026, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda mencatat sedikitnya 133 kejadian kebakaran terjadi di berbagai wilayah kota. Dari ratusan peristiwa tersebut, kawasan permukiman menjadi lokasi yang paling sering terdampak, sementara gangguan instalasi listrik masih menjadi penyebab utama terjadinya kebakaran.

Data tersebut menjadi peringatan bahwa potensi kebakaran di lingkungan permukiman masih cukup tinggi dan sebagian besar dipicu oleh faktor yang sebenarnya dapat dicegah, mulai dari instalasi listrik yang sudah tidak layak hingga kelalaian dalam penggunaan peralatan rumah tangga.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda Hendra AH mengatakan, hasil evaluasi selama tujuh bulan terakhir menunjukkan lingkungan tempat tinggal warga masih menjadi titik paling rawan terjadinya kebakaran.

“Dari total 133 kejadian, sebanyak 46 kasus terjadi di kawasan permukiman. Penyebabnya didominasi masalah kelistrikan, mulai dari instalasi yang sudah tua hingga penggunaan colokan listrik secara berlebihan,” katanya.

Selain permukiman, kebakaran juga tercatat terjadi di sektor perdagangan sebanyak 13 kejadian, kemudian 12 kejadian di lahan atau kebun, lima kejadian pada kendaraan, dan tiga kejadian di gudang maupun kawasan industri.

Sementara itu, fasilitas publik relatif lebih aman. Sepanjang tahun ini masing-masing hanya tercatat satu kejadian pada bangunan pendidikan, perkantoran, serta fasilitas umum lainnya.

Berdasarkan penyebabnya, gangguan instalasi listrik menjadi faktor yang paling dominan dengan 24 kejadian, disusul kebocoran tabung maupun instalasi gas LPG sebanyak 15 kasus.

Menurut Hendra, angka tersebut menunjukkan masih banyak masyarakat yang belum memberikan perhatian serius terhadap kondisi instalasi listrik di rumah. Padahal, kabel yang sudah berusia tua, sambungan listrik yang tidak sesuai standar, hingga penggunaan terminal listrik secara berlebihan dapat meningkatkan risiko terjadinya hubungan arus pendek yang berujung kebakaran.

“Sebagian besar insiden masih dipicu oleh kelalaian masyarakat serta kondisi instalasi listrik yang sudah tidak layak digunakan,” ujarnya.

Disdamkar juga mencatat fluktuasi jumlah kebakaran sepanjang tahun berjalan. April menjadi bulan dengan jumlah kejadian tertinggi, yakni 29 kebakaran. Setelah itu disusul Mei sebanyak 25 kejadian, Januari 20 kejadian, Juni 16 kejadian, sementara hingga 26 Juli telah terjadi 14 kejadian.

Meski tidak seluruh kebakaran menimbulkan korban jiwa, setiap insiden berpotensi menyebabkan kerugian material yang tidak sedikit, mulai dari rusaknya rumah, tempat usaha, kendaraan hingga terganggunya aktivitas masyarakat. Karena itu, Disdamkar terus mengintensifkan upaya edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pencegahan kebakaran. Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, penggunaan perangkat elektronik sesuai kapasitas, serta memastikan kompor dan tabung gas dalam kondisi aman menjadi langkah sederhana yang dinilai mampu menekan risiko terjadinya kebakaran.

Terakhir, Hendra mengimbau masyarakat untuk tidak menganggap remeh tanda-tanda awal yang dapat memicu kebakaran, seperti kabel yang mulai mengelupas, stop kontak yang terasa panas, maupun kebocoran pada instalasi gas.

“Kami mengimbau masyarakat agar rutin mengecek kondisi instalasi listrik, tidak meninggalkan kompor dalam keadaan menyala, serta segera menghubungi petugas jika melihat tanda-tanda kebakaran. Pencegahan adalah langkah terbaik untuk menghindari kerugian yang lebih besar,” pungkasnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id