Samarinda, Kaltimetam.id – Aksi demonstrasi yang digelar Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur di Kota Samarinda, Kamis (21/5/2026), berlangsung kondusif hingga massa membubarkan diri pada sore hari. Ribuan personel gabungan dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, hingga instansi pemerintah diterjunkan untuk mengamankan jalannya aksi yang dipusatkan di Kantor Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur dan Kantor Gubernur Kaltim.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar mengatakan pengamanan dilakukan secara maksimal guna memastikan penyampaian aspirasi masyarakat berjalan aman tanpa memicu gangguan keamanan maupun bentrokan di lapangan. Menurutnya, aksi massa mulai berlangsung sejak pagi hari dengan titik pertama di Kantor Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur, Samarinda Seberang.
“Setelah mulai dari tadi sekitar jam 10, kita melakukan pelayanan aksi unjuk rasa dari teman-teman Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim,” ujarnya.
Ia menjelaskan, massa aksi terlebih dahulu mendatangi Kantor Kejati Kaltim untuk menyerahkan sejumlah data dan dokumen yang mereka minta agar ditindaklanjuti oleh pihak kejaksaan.
“Tadi ada dua objek yang mereka datangi yaitu di Kantor Kejaksaan Tinggi Kaltim. Mereka menyerahkan beberapa data-data terkait yang perlu ditindaklanjuti oleh rekan-rekan di Kejaksaan Tinggi Kaltim,” katanya.
Setelah dari Kejaksaan Tinggi, massa kemudian bergerak menuju Kantor Gubernur Kalimantan Timur di kawasan Samarinda Ulu.
Menurut Hendri, jumlah massa yang mengikuti aksi diperkirakan mencapai sekitar 200 hingga 250 orang.
“Setelah dari kejaksaan, mereka langsung bergeser ke kantor gubernur dengan massa yang berjumlah sekitar 200 sampai 250 orang,” ucapnya.
Usai melaksanakan istirahat dan salat, massa mulai melanjutkan aksi di depan Kantor Gubernur Kaltim sekitar pukul 13.30 Wita.
Dalam aksi tersebut, massa tampak menyampaikan berbagai tuntutan dan aspirasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui orasi secara bergantian.
Meski berlangsung cukup lama hingga sore hari, situasi selama aksi berlangsung tetap terjaga kondusif di bawah pengamanan aparat gabungan.
“Alhamdulillah mulai dari sekitar jam 13.30 aksi di kantor gubernur mulai berlangsung. Kemudian jam 17.30 tadi massa juga sudah mulai membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing tanpa ada terjadi permasalahan yang berarti,” kata Hendri.
Ia memastikan selama jalannya demonstrasi tidak terjadi bentrokan antara aparat keamanan dengan massa aksi maupun gangguan keamanan lainnya.
Menurutnya, seluruh pihak yang terlibat sama-sama menjaga situasi agar penyampaian aspirasi berlangsung damai dan tertib.
“Mulai dari adanya korban jiwa, adanya bentrok ataupun situasi yang tidak kondusif antara massa pengunjuk rasa dengan personel pengamanan, Alhamdulillah semuanya bisa dihindari,” tuturnya.
Pengamanan aksi tersebut melibatkan total sekitar 1.290 personel gabungan dari berbagai unsur.
Ratusan personel ditempatkan di Kantor Kejaksaan Tinggi Kaltim, sementara sebagian besar lainnya disiagakan di kawasan Kantor Gubernur Kalimantan Timur.
“Personel yang saya libatkan gabungan seluruhnya 1.290 orang. Itu ada yang di Kejaksaan Tinggi sekitar 160 personel, sisanya di kantor gubernur,” jelas Hendri.
Ia menjelaskan, pengamanan melibatkan personel dari TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, hingga relawan.
Dari unsur TNI, pengamanan melibatkan Denpom, Yonzipur, dan Kodim 0901 Samarinda. Sementara dari kepolisian, Polresta Samarinda mendapat dukungan personel Dalmas Polda Kaltim dan Brimob Batalyon B sebanyak 240 personel.
Selain itu, Satpol PP turut melakukan pengamanan internal di kawasan objek vital pemerintahan, sementara Dishub bertugas mengatur arus lalu lintas selama aksi berlangsung.
Petugas pemadam kebakaran dan Dinas Kesehatan juga disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan situasi darurat selama demonstrasi berlangsung.
“Mulai dari TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, Damkar dan berbagai elemen lainnya semuanya kita libatkan,” katanya.
Hendri mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pengamanan maupun massa aksi yang tetap menjaga ketertiban selama demonstrasi berlangsung.
Menurutnya, meski penyampaian aspirasi merupakan hak masyarakat dalam demokrasi, situasi keamanan dan ketertiban tetap harus dijaga bersama.
“Kita lihat semuanya sama-sama menjunjung tinggi dan menjaga situasi. Walaupun penyampaian aspirasi dilakukan, tapi tidak harus terjadi bentrok ataupun hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.
Di tengah jalannya aksi, perwakilan massa juga sempat diterima langsung oleh Gubernur Kalimantan Timur, Wakil Gubernur, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim.
Sekitar 30 perwakilan massa aksi mengikuti dialog dan menyampaikan berbagai aspirasi secara langsung kepada pemerintah daerah.
“Tadi sekitar jam 17.00 Bapak Gubernur serta Wagub dan beberapa OPD terkait menerima perwakilan massa aksi sekitar 30 orang di Ruang Ruhui Rahayu,” ungkapnya.
Ia berharap dialog tersebut dapat menjadi sarana komunikasi yang baik antara masyarakat dan pemerintah daerah sehingga berbagai aspirasi yang disampaikan dapat menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan.
“Khususnya kita berharap dengan ditampungnya aspirasi dari masyarakat ini bisa menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan dan kita harapkan proses ke depan bisa lebih baik dan semakin kondusif,” pungkasnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







