Samarinda, Kaltimetam.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Satpol PP memperkuat pengamanan di kawasan Kantor Gubernur Kaltim dan Lamin Etam sebagai langkah antisipatif jelang potensi aksi unjuk rasa. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemasangan kawat berduri di area pagar perkantoran.
Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Kaltim, Edwin Noviansyah Rahim, menjelaskan bahwa langkah tersebut difokuskan untuk melindungi aset pemerintah yang masuk kategori objek vital.
“Pemasangan kawat berduri ini untuk pengamanan aset, termasuk objek vital yang memang harus kita jaga,” ujar Edwin, Senin (20/4/2026).
Selain sebagai bentuk pengamanan, pemasangan tersebut juga dimaksudkan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya tindakan anarkis saat aksi berlangsung, meskipun hal itu tidak diharapkan.
“Kita antisipasi tindakan-tindakan anarkis dari para pengunjuk rasa, walaupun itu tentu tidak kita harapkan,” lanjutnya.
Meski pengamanan diperketat, Edwin menegaskan bahwa pemerintah tetap membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, selama dilakukan sesuai aturan dan menjaga ketertiban umum.
“Silakan menyampaikan aspirasi sesuai undang-undang, tapi tetap memperhatikan ketertiban dan menjaga kondusivitas, khususnya di Kota Samarinda dan Kalimantan Timur pada umumnya,” imbuh Edwin.
Dari sisi personel, pengamanan melibatkan sekitar 1.897 gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, serta relawan. Jumlah tersebut juga disiapkan dengan skema cadangan untuk mengantisipasi situasi di lapangan.
Khusus Satpol PP Kaltim, sebanyak 185 personel diterjunkan dan ditempatkan di ring 3 dengan fokus utama pengamanan aset.
Selain itu, dukungan juga datang dari Satpol PP Kota Samarinda melalui skema Bantuan Kendali Operasi (BKO) sebanyak 150 personel.
Dalam strategi pengamanan, perhatian utama dipusatkan di kawasan Kantor Gubernur Kaltim. Sementara itu, pengamanan di DPRD Kaltim dinilai sudah cukup kuat dari sisi sistem yang ada.
“Fokus kita lebih banyak di kantor gubernur, karena kalau di DPRD sistem pengamanannya sudah cukup kokoh,” jelas Edwin.
Untuk memastikan kesiapan, simulasi pengamanan juga telah dilaksanakan pada 19 April sebagai bagian dari langkah antisipasi terhadap berbagai kemungkinan, termasuk jika terjadi kericuhan.
“Kalau terjadi kericuhan, nanti penanganannya akan dilakukan oleh TNI dan Polri sesuai kewenangan masing-masing,” tuturnya.
Di akhir, Edwin kembali mengingatkan pentingnya menjaga situasi tetap kondusif, serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama merawat keamanan daerah.
“Silakan menyampaikan aspirasi dengan tertib dan damai, tidak anarkis, dan tetap menjaga kondusivitas kota kita yang sudah dibangun bersama,” demikian Edwin. (REE)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







