Samarinda, Kaltimetam.id – Penunjukan Neneng Camelia Santi sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Kota Samarinda tak lepas dari sorotan publik.
Sosok yang sebelumnya menjabat Kepala Inspektorat itu sempat menjadi perhatian saat diminta langsung oleh Wali Kota Andi Harun untuk menelusuri polemik kendaraan sewa mewah tamu VIP senilai Rp160 juta per bulan.
Di tengah isu tersebut, Neneng kini justru dipercaya menduduki jabatan tertinggi di birokrasi ASN Kota Samarinda.
Pengumuman itu disampaikan langsung oleh Andi Harun usai proses seleksi dinyatakan rampung, Rabu sore (1/3/2026) di Balai Kota Samarinda.
“Sekda yang terpilih adalah Ibu Neneng Camelia Santi ST., M.Si, yang kita proses dengan sangat cepat melalui mekanisme manajemen talenta,” ujar Andi Harun.
Ia menegaskan, penetapan Neneng bukan keputusan subjektif, melainkan melalui sistem merit yang mengedepankan penilaian kinerja ASN secara objektif.
Mekanisme ini diklaim mampu meminimalisir intervensi kepala daerah dalam promosi jabatan.
“Penilaiannya full objektif berdasarkan kinerja PNS. Sehingga campur tangan kepala daerah itu semakin tipis,” jelasnya.
Menurutnya, penerapan manajemen talenta menjadi langkah penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan kompetitif.
Bahkan, sistem ini akan diterapkan secara menyeluruh untuk jabatan strategis lainnya di lingkungan Pemkot Samarinda.
“Ke depan tidak hanya sekda, tapi kepala dinas juga akan menggunakan mekanisme manajemen talenta secara konsisten,” katanya.
Dalam sistem tersebut, hanya ASN dengan nilai kinerja tinggi yang berhak mendapatkan promosi. Ia menyebut rentang nilai menjadi penentu utama dalam seleksi jabatan.
“Yang bisa memenuhi syarat promosi itu di angka tujuh, delapan, sembilan. Yang berada di lima dan enam tidak memenuhi syarat. Jadi kompetisinya semakin sehat dan politisasi jabatan semakin kecil,” tegasnya.
Andi Harun juga mengungkapkan bahwa penerapan sistem ini telah diupayakan sejak periode pertama kepemimpinannya.
Namun, baru dapat diterapkan secara penuh setelah berbagai persyaratan administratif terpenuhi dalam beberapa tahun terakhir.
“Kami sudah mengusahakan sejak periode pertama. Baru sekitar tahun 2025 kita bisa memenuhi syarat untuk melaksanakan manajemen talenta ini,” ungkapnya.
Di sisi lain, ia memberikan pesan khusus kepada Neneng Camelia Santi agar mampu mengemban amanah dengan baik, terutama dalam memperkuat integritas birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Saya ingin mengatakan kepada Ibu Neneng bahwa Tuhan telah memilih Ibu Neneng. Laksanakan amanah ini dengan baik, bantu kita semua mewujudkan birokrasi yang bersih, berintegritas, dan meningkatkan pelayanan publik,” pesan Andi Harun.
Ia menekankan, peran Sekda sangat krusial dalam memastikan berbagai program pemerintah berjalan optimal serta menyelesaikan pekerjaan rumah yang masih tertunda.
“Bantu juga kita agar PR-PR lama yang belum maksimal bisa kita selesaikan bersama,” lanjutnya.
lanjut, Andi Harun mengajak seluruh jajaran pemerintahan untuk solid bekerja di bawah koordinasi Sekda baru demi mendorong kinerja birokrasi yang lebih efektif.
“Kita harus bahu-membahu, mulai dari wali kota, wakil wali kota, sekda, hingga seluruh perangkat daerah untuk mengurusi kota ini,” tandasnya. (REE)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







