Samarinda, Kaltimetam.id – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda terus mendalami kasus pembunuhan disertai mutilasi yang sempat menggemparkan warga di kawasan Jalan Gunung Pelandu, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara. Dalam perkembangan terbaru, aparat mengungkap adanya indikasi kuat bahwa salah satu tersangka berperan sebagai otak di balik perencanaan aksi keji tersebut.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, mengatakan bahwa selain fokus pada pengungkapan kasus, pihaknya juga meningkatkan eskalasi pengamanan di sejumlah wilayah pasca peristiwa tersebut, khususnya di lokasi-lokasi yang memiliki kerawanan tertentu.
“Untuk operasi kepolisian tentu ada peningkatan. Di perumahan yang ditinggalkan pemiliknya saat mudik, patroli kita perbanyak. Termasuk di tempat wisata dan kawasan Sungai Mahakam yang memiliki karakteristik khusus, itu menjadi prioritas pengamanan,” ujarnya, Rabu (25/03/2026).
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, terutama di masa arus mudik dan libur panjang Idulfitri 1447 Hijriah yang meningkatkan mobilitas warga.
Sementara itu, penyidikan terhadap kasus mutilasi yang menewaskan Suimih (35) terus berkembang. Polisi kini mendalami hubungan antara dua tersangka, yakni W (53) dan R (56), serta peran masing-masing dalam aksi pembunuhan tersebut.
Hendri mengungkapkan, hingga saat ini kedua tersangka masih menyatakan tidak memiliki hubungan khusus, meskipun sebelumnya sempat muncul dugaan adanya relasi personal di antara keduanya.
“Keduanya menyampaikan tidak ada hubungan spesial. Namun semua itu masih kami dalami melalui pemeriksaan terhadap tersangka dan saksi-saksi,” jelasnya.
Dari hasil penyelidikan sementara, diketahui bahwa korban sebelumnya diperkenalkan kepada tersangka utama oleh tersangka lainnya. Hubungan antara kedua pelaku disebut hanya sebatas saling mengenal.
Dalam proses pengungkapan kasus, polisi juga telah menemukan dua saksi kunci yang dinilai memiliki peran penting dalam mengungkap kronologi kejadian. Kedua saksi tersebut diketahui masih berusia di bawah umur.
“Ada dua saksi kunci yang melihat langsung kejadian sekitar pukul 02.30 Wita. Saat ini keterangannya terus kami dalami,” ungkap Hendri.
Selain kedua saksi tersebut, polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi lain dari lingkungan sekitar untuk memperkuat konstruksi perkara.
Lebih lanjut, dari hasil pendalaman sementara, polisi menduga bahwa tersangka perempuan memiliki peran dominan dalam merencanakan aksi tersebut. Ia disebut sebagai pihak yang mengatur berbagai aspek, mulai dari lokasi eksekusi hingga tempat pembuangan jasad korban.
“Yang bersangkutan diduga sebagai otak perencanaan. Dia yang menyiapkan lokasi, menentukan tempat pembuangan, hingga menyiapkan peralatan yang digunakan,” terangnya.
Sementara itu, tersangka laki-laki diduga berperan sebagai eksekutor yang melakukan pembunuhan dan mutilasi terhadap korban.
Adapun motif sementara yang terungkap masih berkaitan dengan rasa sakit hati, serta dugaan keinginan untuk menguasai barang milik korban seperti sepeda motor dan telepon genggam.
“Motifnya masih sakit hati, ditambah ada keinginan menguasai barang milik korban,” tambahnya.
Untuk melengkapi proses penyidikan, kepolisian juga tengah melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap kedua tersangka dengan melibatkan tenaga ahli. Pemeriksaan tersebut dijadwalkan segera dilakukan dalam waktu dekat.
Kasus ini sebelumnya menyita perhatian publik setelah potongan tubuh korban ditemukan di dua lokasi berbeda dalam satu kawasan yang dikenal sebagai permukiman dengan akses terbatas. Dalam waktu kurang dari 24 jam, aparat kepolisian berhasil mengungkap kasus tersebut dan mengamankan kedua pelaku.
Saat ini, kedua tersangka telah ditahan di Mapolresta Samarinda dan dijerat dengan pasal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman berat.
Terakhir, Hendri menegaskan akan terus mengembangkan kasus ini hingga tuntas, termasuk mengungkap secara rinci motif, peran masing-masing pelaku, serta memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami pastikan proses penyidikan berjalan secara profesional dan transparan. Semua fakta akan kami ungkap secara lengkap,” pungkasnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







