Polresta Samarinda Gelar Night Race Drag Bike 2026 untuk Tekan Balap Liar di Kalangan Anak Muda

Polresta Samarinda bersama Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Samarinda adakan Night Race Drag Bike 2026 di Jalan Kesuma Bangsa Samarinda. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda kembali menghadirkan ajang Night Race Drag Bike 2026 sebagai upaya menekan maraknya balap liar di wilayah Kota Samarinda, khususnya di kalangan generasi muda.

Kegiatan tersebut digelar pada Jumat (13/03/2026) pukul 22.00 WITA hingga Sabtu (14/03/2026) pukul 03.00 WITA di Jalan Kesuma Bangsa, Kelurahan Bugis, Kecamatan Samarinda Kota, Kota Samarinda dan dilaksanakan melalui kerja sama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Samarinda serta Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Samarinda.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar mengatakan kegiatan ini sengaja digelar bertepatan dengan bulan suci Ramadan, mengingat pada periode tersebut sering muncul fenomena balap liar yang dilakukan oleh sejumlah anak muda di berbagai ruas jalan di Kota Samarinda. Menurutnya, aktivitas balap liar tersebut tidak hanya membahayakan para pelaku, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya karena dilakukan di lokasi yang tidak memiliki standar keamanan.

“Di bulan Ramadan ini masih ada fenomena di Kota Samarinda, terutama generasi muda yang melakukan kegiatan yang kurang bermanfaat seperti balap liar. Bahkan terkadang disertai dengan taruhan dan dilakukan di jalan yang tidak jelas faktor keselamatan dan keamanannya,” ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, Polresta Samarinda berinisiatif menghadirkan wadah resmi bagi para pecinta otomotif agar dapat menyalurkan hobi dan bakat mereka dalam balap motor secara lebih aman dan terorganisir.

Ajang Night Race Drag Bike 2026 ini merupakan penyelenggaraan kedua, setelah kegiatan serupa sebelumnya digelar pada tahun lalu. Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat, khususnya kalangan pecinta balap motor di Samarinda dan sekitarnya.

“Kami dari Polresta Samarinda bersama Kasat Lantas berupaya menyediakan sarana bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan hobinya dalam balap motor. Kegiatan ini kita buat secara resmi agar lebih aman dan tertib,” katanya.

Meski menggunakan lintasan jalan raya, Hendri menegaskan bahwa seluruh aspek keselamatan telah dipersiapkan secara matang. Panitia memastikan kondisi jalan yang digunakan telah melalui pengecekan menyeluruh agar tidak terdapat kerusakan yang dapat membahayakan peserta.

Selain itu, pengamanan bagi penonton juga menjadi perhatian utama panitia. Area penonton dipisahkan dengan lintasan balap menggunakan pagar pembatas serta jaring pengaman guna memastikan kegiatan berlangsung dengan aman.

“Faktor keselamatan menjadi perhatian utama. Jalan yang digunakan sudah kami cek agar tidak ada lubang atau hal lain yang dapat membahayakan pembalap. Penonton juga ditempatkan di area yang aman dengan pembatas dan jaring pengaman,” jelasnya.

Dalam ajang tahun ini, jumlah peserta yang mengikuti lomba mengalami peningkatan dibandingkan dengan penyelenggaraan sebelumnya. Tercatat sekitar 500 peserta ambil bagian dalam kompetisi yang terbagi dalam 12 kelas lomba.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya diikuti sekitar 400 peserta. Peningkatan tersebut menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap olahraga otomotif, khususnya balap motor.

Melalui kegiatan ini, Polresta Samarinda juga berharap dapat menemukan bibit-bibit pembalap berbakat yang nantinya dapat dibina secara profesional oleh organisasi otomotif resmi.

Dengan melibatkan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Samarinda, para peserta yang memiliki kemampuan menonjol dapat dipantau dan berpeluang mendapatkan pembinaan lebih lanjut untuk menjadi atlet balap motor profesional.

“Kalau ada peserta yang berprestasi di sini, nantinya bisa dimonitor oleh teman-teman IMI untuk dibina lebih lanjut sehingga benar-benar bisa menjadi atlet balap motor yang membanggakan Kota Samarinda dan juga Provinsi Kalimantan Timur,” tuturnya.

Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam mengurangi praktik balap liar yang selama ini kerap meresahkan masyarakat.

Terakhir, Hendri menegaskan bahwa kegiatan ini tidak boleh dimanfaatkan untuk praktik perjudian atau taruhan. Ia meminta seluruh pihak, termasuk peserta dan penonton, untuk menjaga sportivitas serta mematuhi aturan yang telah ditetapkan.

“Saya mengimbau dengan tegas agar kegiatan ini tidak dipergunakan untuk praktik-praktik perjudian. Ajang ini murni untuk menyalurkan bakat generasi muda dalam balap motor dan mencari bibit-bibit pembalap berbakat,” pungkasnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id