Samarinda, Kaltimetam.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mulai memperkuat langkah penanganan HIV seiring meningkatnya jumlah kasus di beberapa daerah. Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menegaskan bahwa rumah sakit menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan sekaligus deteksi dini penyebaran penyakit tersebut.
Ia menyampaikan, koordinasi intensif telah dilakukan bersama para direktur rumah sakit di Kaltim. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap fasilitas kesehatan siap menghadapi potensi lonjakan dan memberikan pelayanan yang sesuai prosedur.
“Ya, kami sudah mendengar, kami juga sudah berdiskusi dengan seluruh Direktur Rumah Sakit, supaya saat ini kita mengantisipasi tentang adanya HIV yang agak tinggi,” ujar Seno Aji, Rabu (10/9/2025).
Data dari Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim memang menunjukkan kondisi yang perlu diwaspadai. Samarinda menjadi wilayah dengan jumlah kasus baru terbanyak yakni 209 kasus dalam kurun Januari hingga Juli 2025, disusul Balikpapan dengan 167 kasus. Beberapa daerah lain juga melaporkan kasus, meski jumlahnya lebih kecil.
Menurut pemerintah, kasus yang cukup tinggi di Samarinda dan Balikpapan menimbulkan tantangan tersendiri. Kedua kota yang dikenal sebagai pusat aktivitas ekonomi dinilai rawan mempercepat penyebaran HIV jika tidak diimbangi dengan kewaspadaan medis.
Seno Aji menekankan pentingnya peran aktif rumah sakit dalam mendukung upaya pemerintah. Ia meminta agar pemeriksaan HIV benar-benar dijalankan secara konsisten, sehingga setiap kasus dapat ditangani sejak dini.
“Kita ingin seluruh rumah sakit juga benar-benar untuk memperhatikan hal itu. Kita akan jalankan prosedur pemeriksaan HIV,” pungkasnya. (REE)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







