Anggota DPRD Kaltim Sulasih Serap Aspirasi Warga Terkait Infrastruktur dan UMKM

Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Sulasih.

Samarinda, Kaltimetam.id – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Sulasih, memanfaatkan masa reses untuk mendengarkan langsung aspirasi warga di daerah pemilihannya.

Selama kunjungan ke 13 titik di wilayah Berau, termasuk Kecamatan Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Rantau Pulung, Wahau, dan Kongbeng, sejumlah isu utama mencuat, mulai dari kondisi infrastruktur hingga pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Sulasih mencatat bahwa salah satu persoalan utama yang dikeluhkan masyarakat adalah kondisi jalan yang rusak, terutama di Kecamatan Rantau Pulung. Warga menyampaikan bahwa infrastruktur jalan yang buruk sangat menghambat mobilitas dan aktivitas ekonomi mereka.

“Sebagian besar warga di Rantau Pulung mengeluhkan kondisi jalan yang sudah tidak layak dan berharap adanya perbaikan segera,” ujar Sulasih, pada Selasa (19/11/2024).

Selain jalan, persoalan penerangan jalan juga menjadi perhatian di daerah pedalaman. Banyak desa belum memiliki fasilitas penerangan yang memadai, sehingga menyulitkan aktivitas masyarakat, khususnya di malam hari.

Dari sisi ekonomi, para ibu rumah tangga di wilayah reses Sulasih menyampaikan harapan agar pemerintah memberikan dukungan lebih untuk pengembangan UMKM.

“Para ibu-ibu berharap dapat didukung dalam menjalankan usaha kecil agar mereka bisa lebih mandiri dan membantu meningkatkan perekonomian keluarga,” jelasnya.

Salah satu catatan penting yang juga disampaikan Sulasih adalah terkait status administratif sebuah desa di Kecamatan Bengalon. Desa tersebut, yang berlokasi di wilayah Kilometer 102, telah menunggu selama 15 tahun untuk mendapatkan pengakuan resmi sebagai desa definitif.

Hal ini membuat warga setempat merasa kurang diperhatikan dan berharap proses legalisasi segera diselesaikan.

Lebih jauh, Sulasih juga menerima aspirasi terkait perlunya pembangunan infrastruktur yang lebih merata di wilayah pedalaman. Banyak proyek pembangunan yang menurut warga masih terbengkalai, sehingga menghambat perkembangan desa.

“Pembangunan yang belum tuntas ini harus menjadi prioritas. Kita tidak boleh membiarkan desa-desa di pedalaman tertinggal, baik dalam hal infrastruktur maupun pelayanan publik,” tegasnya.

Melalui reses ini, Sulasih berharap dapat menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada.

Ia menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi warga agar pembangunan yang lebih merata dapat terwujud di seluruh wilayah Kaltim. (Adv/DPRDKaltim/ICA)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id