Samarinda, Kaltimetam.id – Keberhasilan Borneo FC Samarinda menembus kompetisi Asia musim depan membawa konsekuensi besar bagi Kota Samarinda.
Di balik capaian tersebut, muncul pekerjaan rumah yang tidak ringan, yakni kesiapan Stadion Segiri untuk memenuhi standar yang ditetapkan Asian Football Confederation (AFC).
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa partisipasi Borneo FC di level internasional tidak hanya soal prestasi klub, tetapi juga menyangkut kesiapan infrastruktur daerah sebagai tuan rumah pertandingan.
Menurutnya, Stadion Segiri yang selama ini menjadi kandang Pesut Etam masih memerlukan sejumlah peningkatan di berbagai aspek. Beberapa di antaranya meliputi kualitas rumput lapangan, sistem pencahayaan, hingga fasilitas pendukung seperti ruang ganti pemain dan toilet.
“Masih ada beberapa yang perlu dibenahi, seperti lampu stadion, rumput, dan fasilitas penunjang lainnya,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).
Ia menilai, pembenahan ini menjadi krusial agar Borneo FC tetap dapat bermarkas di Samarinda saat berlaga di kompetisi Asia, tanpa harus mencari stadion alternatif di luar daerah.
Namun demikian, Andi Harun mengakui keterbatasan anggaran yang saat ini dihadapi pemerintah kota menjadi tantangan tersendiri. Di tengah kebijakan efisiensi fiskal, ruang gerak untuk melakukan renovasi besar menjadi lebih terbatas.
Kondisi ini mendorong Pemerintah Kota Samarinda untuk membuka peluang kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Ia menilai dukungan lintas pemerintah sangat penting mengingat Borneo FC tidak hanya mewakili kota, tetapi juga membawa nama daerah di kancah yang lebih luas.
“Borneo FC ini bukan hanya milik Samarinda, tapi kebanggaan Kalimantan Timur. Jadi perlu sinergi agar pembenahan bisa lebih cepat,” katanya.
Meski dihadapkan pada keterbatasan, pemerintah kota tetap berupaya melakukan perbaikan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran yang tersedia. Pemeliharaan stadion pun tetap berjalan sambil menyesuaikan prioritas kebutuhan.
Andi Harun juga menyebut, dalam kondisi fiskal yang lebih longgar, pemerintah kota sebenarnya memiliki kapasitas untuk melakukan pembenahan secara mandiri. Namun situasi saat ini mengharuskan adanya penyesuaian strategi.
Dengan waktu yang semakin dekat menuju kompetisi Asia, kesiapan Stadion Segiri menjadi faktor penentu agar Samarinda tetap dapat menjadi tuan rumah.
“Seberapapun yang bisa kita lakukan, tetap akan kita upayakan,” pungkasnya. (REE)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
