Samarinda, Kaltimetam.id – Kehadiran sapi kurban berbobot jumbo di Masjid Baitul Muttaqin Islamic Center Kalimantan Timur menjadi perhatian utama dalam perayaan Iduladha tahun ini. Sapi bantuan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang memiliki bobot mencapai 1,07 ton tersebut tidak hanya mencuri perhatian karena ukurannya, tetapi juga mendorong pengelolaan distribusi daging kurban yang lebih tertib dan terorganisir.
Hewan kurban bernama “Bejo” itu secara simbolis diserahkan oleh Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, kepada pengurus masjid.
Penyaluran ini merupakan bagian dari program bantuan Presiden yang rutin diberikan ke berbagai daerah di Indonesia menjelang Hari Raya Iduladha.
Rudy menyampaikan bahwa penyerahan tersebut merupakan bentuk amanah dari Presiden kepada masyarakat Kalimantan Timur.
Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat luas, khususnya bagi warga yang membutuhkan di sekitar kawasan Islamic Center.
“Amanah dari Bapak Presiden ini diharapkan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama yang berhak menerima,” ujarnya.
Di sisi lain, pengurus Islamic Center Kaltim menyoroti tantangan teknis dalam menangani hewan kurban dengan ukuran tidak biasa.
Ketua Umum Badan Pengelola Islamic Center, Irianto Lambrie, mengungkapkan bahwa sapi tersebut telah ditimbang dengan hasil lebih dari satu ton, menjadikannya salah satu yang terbesar tahun ini di Samarinda.
“Dari hasil penimbangan, beratnya sekitar 1,07 ton. Ini memang termasuk yang paling besar,” katanya.
Ia menjelaskan, keberadaan sapi berukuran besar seperti Bejo turut memengaruhi proses penyembelihan hingga distribusi daging kurban.
Oleh karena itu, pihak pengelola melakukan berbagai penyesuaian, termasuk pengaturan sistem pembagian agar lebih tertib dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, jumlah hewan kurban yang dikelola di Islamic Center tahun ini mencapai belasan ekor, yang berasal dari berbagai pihak.
Tidak hanya dari Presiden dan Pemerintah Provinsi, tetapi juga dari pengurus masjid, karyawan, jamaah, hingga keluarga besar yang berpartisipasi dari luar daerah.
Dengan jumlah tersebut, potensi penerima manfaat pun cukup besar. Pengurus menyiapkan ribuan kupon yang akan didistribusikan melalui kelurahan dan RT setempat, guna memastikan daging kurban benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak.
“Kita siapkan sekitar 1.500 sampai 2.000 kupon, dan pendataannya melalui kelurahan supaya lebih tepat sasaran,” jelas Irianto.
Langkah ini sekaligus menjadi evaluasi dari pelaksanaan sebelumnya, di mana masih ditemukan antrean tidak tertib saat pembagian daging.
Tahun ini, sistem distribusi diperketat untuk menghindari penumpukan massa dan memastikan proses berjalan lebih aman dan nyaman.
Selain itu, pihak pengelola juga memberikan perhatian khusus pada aspek keselamatan selama proses penyembelihan, mengingat ukuran hewan kurban yang cukup besar berpotensi menimbulkan risiko jika tidak ditangani dengan baik.
Masyarakat pun diimbau untuk mematuhi aturan yang telah ditetapkan, termasuk tidak membawa anak-anak ke area penyembelihan demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Ini demi keselamatan bersama. Sapi dengan ukuran besar tentu perlu penanganan ekstra hati-hati,” tandasnya. (REE)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
