Unggul Lebih Dulu, PSM Makassar Gagal Menjaga Performa dan Tumbang di Markas Borneo FC

Pelatih PSM Makassar Tomas Trucha dan Perwakilan pemain PSM Makassar, Muhammad Rizky Eka Pratama saat menjalan konferensi pers seusai laga. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Langkah PSM Makassar di kompetisi BRI Super League 2025/2026 kembali tersendat. Bertandang ke Stadion Segiri, markas Borneo FC Samarinda, tim berjuluk Juku Eja harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 1-2, Sabtu (3/1/2026).

Kekalahan ini menjadi yang ketiga secara beruntun bagi PSM Makassar dan mempertegas persoalan utama yang masih membelit tim yaitu inkonsistensi permainan sepanjang laga.

Pelatih kepala PSM, Tomas Trucha, tak menampik fakta tersebut dan menyebut anak asuhnya gagal menjaga level permainan selama 90 menit penuh.

PSM Makassar sebenarnya mengawali laga dengan cukup menjanjikan. Tekanan agresif di awal pertandingan membuahkan hasil ketika tim tamu mampu mencetak gol lebih dulu melalui skema serangan cepat. Keunggulan tersebut sempat membuat PSM tampil percaya diri dan mampu mengimbangi permainan Borneo FC di babak pertama.

Namun, memasuki paruh kedua, situasi berubah drastis. Intensitas permainan PSM menurun, sementara Borneo FC tampil lebih dominan dan sabar membangun serangan. Dua gol yang dicetak tuan rumah pada babak kedua akhirnya membalikkan keadaan dan memastikan tiga poin tetap berada di Samarinda.

“Kami memulai pertandingan dengan cukup baik. Di babak pertama, kami punya dua sampai tiga peluang yang seharusnya bisa diselesaikan menjadi gol,” ujar Tomas Trucha dalam konferensi pers seusai pertandingan.

Menurut Trucha, titik balik pertandingan terjadi pada 25 menit terakhir. Pada fase inilah PSM kehilangan kontrol permainan dan gagal menjaga konsentrasi, sehingga memberi ruang bagi Borneo FC untuk memanfaatkan peluang.

“Di 25 menit terakhir kami tidak menunjukkan performa yang baik. Kami kehilangan organisasi permainan dan mereka mencetak gol dari dua kesempatan. Itu sangat menentukan hasil akhir,” jelasnya.

Kondisi tersebut, kata Trucha, menjadi pekerjaan rumah besar bagi tim pelatih, terutama dalam menjaga fokus dan kestabilan performa hingga peluit akhir dibunyikan.

Selain soal konsistensi, Trucha juga menyoroti lemahnya efektivitas PSM Makassar dalam memanfaatkan situasi bola mati. Sepanjang pertandingan, PSM mendapatkan beberapa peluang dari tendangan bebas dan sepak pojok, namun tak satu pun berbuah gol.

“Kami punya beberapa kesempatan dari free kick dan corner, tetapi tidak bisa mencetak gol dari situasi itu. Ini jelas menjadi catatan penting bagi kami,” ungkapnya.

Ia menilai, dalam pertandingan ketat seperti ini, kemampuan memaksimalkan bola mati bisa menjadi pembeda antara menang dan kalah.

Terkait dua gol yang bersarang ke gawang PSM, Trucha menegaskan bahwa hal tersebut bukan disebabkan oleh kesalahan individu semata. Ia menyebut masalah komunikasi dan organisasi tim menjadi faktor utama.

“Ini bukan kesalahan satu atau dua pemain. Ini soal posisi, komunikasi, dan organisasi tim secara keseluruhan. Kami perlu melihat ulang video pertandingan untuk menganalisa lebih detail,” tegasnya.

Kekalahan dari Borneo FC membuat PSM Makassar mencatat tiga kekalahan beruntun, sebuah situasi yang diakui Trucha tidak ideal bagi klub.

“Sudah tiga kali kalah berturut-turut dan ini tentu tidak baik. Tidak baik untuk suporter, tidak baik untuk manajemen, pemain, maupun pelatih,” katanya.

Meski demikian, Trucha menegaskan timnya tidak boleh larut dalam kekecewaan dan harus segera bangkit demi menjaga peluang bersaing di papan atas klasemen.

Di tengah hasil negatif, Trucha tetap memberikan apresiasi kepada para suporter PSM Makassar yang hadir langsung di Stadion Segiri. Ia menyebut dukungan tersebut menjadi energi penting bagi tim, meski hasil belum berpihak.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada suporter yang datang dan mendukung kami. Kami ingin memberikan hasil terbaik, tetapi hari ini kami belum mampu,” tutupnya.

Sementara itu, perwakilan pemain PSM Makassar, Muhammad Rizky Eka Pratama, turut menyampaikan permohonan maaf kepada suporter atas hasil yang diraih.

“Tentunya ini bukan hasil yang kami inginkan. Saya mewakili seluruh pemain meminta maaf kepada suporter karena belum bisa memberikan hasil terbaik,” ucap Rizky.

Ia menegaskan bahwa skuad PSM akan bekerja lebih keras dan fokus menatap laga-laga berikutnya.

“Kami akan evaluasi, bekerja lebih keras, dan fokus ke pertandingan selanjutnya. Insyaallah ke depan hasilnya bisa lebih baik,” pungkasnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id

Exit mobile version