Terminal Bayangan di Samarinda Dinilai Justru Permudah Akses Penumpang

Bus jurusan Samarinda–Balikpapan menunggu penumpang di Terminal Bayangan Jalan APT Pranoto, Samarinda Seberang, Kamis (28/8/2025). (Foto: Ree/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Keberadaan terminal bayangan di Jalan APT Pranoto, Samarinda Seberang, Kalimantan Timur kembali menjadi sorotan setelah muncul keluhan masyarakat terkait dugaan gangguan lalu lintas di kawasan tersebut. Namun, pihak pengelola terminal alternatif itu menegaskan bahwa terminal bayangan justru membantu mobilitas warga, bukan sebaliknya.

Iwan, salah satu perwakilan pengelola bus di lokasi, menyampaikan bahwa fasilitas ini memberi keuntungan besar bagi masyarakat, terutama dari sisi aksesibilitas.

“Lebih memudahkan aksesnya aja. Gak terlalu lama jadi mereka (penumpang) lebih cepat di sini langsung berangkat,” ujar Iwan, Kamis (28/8/2025).

Terminal bayangan ini melayani rute Samarinda–Balikpapan dengan jadwal keberangkatan cukup padat, hanya berselang sekitar 10 menit antarbis. Buka setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 20.00 WITA, lokasi ini kerap menjadi pilihan utama mahasiswa maupun pekerja yang membutuhkan perjalanan cepat tanpa harus ke terminal resmi di Sungai Kunjang

Iwan juga menekankan bahwa salah satu keunggulan terminal bayangan adalah kemudahan memesan transportasi online. Di terminal resmi, penumpang harus berjalan kaki keluar area terminal untuk memesan ojek atau taksi online, terutama jika membawa banyak barang.

“Aksesnya lebih mudah di sini dari pada ke terminal. Apalagi Maxim nggak bisa ngambil masuk juga ke terminal kan. Kasian karena penumpangnya, kasian,” jelas Iwan.

Di terminal bayangan, penumpang bisa langsung dijemput tepat di titik kedatangan tanpa repot. Hal ini membuat banyak masyarakat lebih nyaman menggunakan terminal alternatif tersebut.

Meski sempat mendapat teguran dari Satpol PP Kaltim dan Dinas Perhubungan Samarinda sehari sebelumnya, Iwan membantah bahwa terminal bayangan menyebabkan kemacetan.

“Tidak, aksesnya juga mudah, lancar. Gak pernah ada macet disini, gak pernah juga ada laka, gak pernah ada macet disini, alhamdulillah,” tegasnya.

Menurutnya, lalu lintas di sekitar terminal bayangan tetap lancar. Ia juga mengungkapkan bahwa keberadaan fasilitas ini memberikan kenyamanan lebih bagi penumpang.

“Nggak ada, lebih memudahkan aja. Lebih merasa nyaman. Karena kalo kita minta pendapat ke masyarakat (penumpang), sebagian mereka lebih suka di sini. Terutama anak mahasiswa, ya. Itu juga lebih suka di sini mereka,” tambahnya.

Mengenai kemungkinan adanya pembahasan lebih lanjut terkait legalitas terminal bayangan, Iwan menyatakan keterbukaan untuk duduk bersama dengan pihak berwenang.

“Ya pengen aja kalau memang diajak. Kalau mau dilibatkan kita juga siap untuk diskusi,” katanya.

Iwan menilai fenomena terminal bayangan bukan hal baru. Di banyak daerah lain di Indonesia, terminal semacam ini sudah lama menjadi alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan transportasi cepat dan efisien.

“Kalo kita liat di Jawa, di Sulawesi ada semua terminal bayangan. Karna memang terminal banyangan ini banyak di manfaatkan untuk menambah jumlah penumpang,” tandasnya. (REE)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id