Tekanan Aktivitas Logistik di Pusat Kota, Pelabuhan Yos Sudarso Diproyeksikan Bergeser ke Palaran

Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu. (Foto: Ree/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Kepadatan aktivitas logistik di pusat Kota Samarinda kian menjadi sorotan seiring meningkatnya arus kapal dan distribusi barang. Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kota Samarinda untuk mengambil langkah strategis dengan merencanakan pemindahan Pelabuhan Yos Sudarso ke kawasan Palaran.

Pelabuhan yang selama ini beroperasi di jantung kota dinilai tidak lagi ideal, baik dari sisi kapasitas lahan maupun aksesibilitas.

Keterbatasan ruang sandar dan sempitnya jalur transportasi darat memicu antrean kapal, menambah biaya logistik, serta berpotensi mengganggu kelancaran distribusi barang.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menegaskan bahwa relokasi pelabuhan bukan lagi sekadar wacana, melainkan sudah masuk tahap persiapan lokasi dan perencanaan kebutuhan lahan.

“Pemindahan ke Palaran sudah menjadi keputusan. Opsi lokasi beserta kebutuhan lahannya juga telah kami siapkan,” kata Manalu, Kamis (29/1/2026).

Di kawasan baru tersebut, pelabuhan akan dikembangkan dengan konsep multipurpose atau serbaguna. Pelabuhan ini dirancang mampu melayani berbagai jenis kapal barang dengan kebutuhan lahan terminal berkisar 30 hingga 50 hektare, serta panjang dermaga di sepanjang 300 hingga 450 meter agar kapal berukuran besar dapat bersandar secara optimal.

Selain fasilitas sandar, Pemkot Samarinda juga menaruh perhatian besar pada kesiapan infrastruktur pendukung, terutama akses jalan.

Jalur menuju pelabuhan harus mampu dilalui kendaraan berat seperti truk gandengan, namun tetap mempertimbangkan dampak sosial bagi kawasan sekitar.

Pelabuhan Palaran nantinya akan dilengkapi gudang penyimpanan, container yard, serta fasilitas jasa kepelabuhan lainnya.

Adapun untuk layanan penumpang, tetap akan dipusatkan di terminal yang telah ada di kawasan Palaran, berdekatan dengan Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran.

Dari sisi pembiayaan, pembangunan pelabuhan direncanakan menggunakan skema kolaboratif. Pemerintah Kota Samarinda membuka peluang kerja sama antara APBD, investor swasta, dan operator pelabuhan guna mempercepat realisasi proyek.

Manalu menambahkan, saat ini terdapat dua opsi teknis pembangunan yang masih dalam tahap kajian, termasuk kemungkinan pembangunan jetty yang menjorok ke sungai. Keputusan akhir baru akan ditetapkan setelah seluruh aspek teknis dan lingkungan selesai dikaji.

“Semua opsi masih kami kaji secara mendalam sebelum ditentukan desain akhirnya,” tutupnya. (REE)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id