Samarinda, Kaltimetam.id – Duka mendalam masih menyelimuti keluarga korban pembunuhan disertai mutilasi yang menggemparkan warga Samarinda. Suimih (35), korban yang jasadnya ditemukan dalam kondisi terpotong di kawasan Jalan Gunung Pelandu, Kelurahan Sempaja Utara, dikenang sebagai sosok perempuan baik dan penurut oleh keluarga.
Keluarga Korban, Asmuriyani, tak kuasa menahan kesedihan saat menceritakan sosok Suimih yang telah ia rawat selama 13 tahun. Dengan suara bergetar, ia menggambarkan almarhumah sebagai pribadi yang sederhana, patuh, dan tidak pernah membantah.
“Almarhumah itu orangnya baik, penurut. Kalau dibilang ya nurut saja. Tidak pernah membantah orang tua,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Namun, menurutnya, perubahan sikap mulai terlihat dalam beberapa waktu terakhir. Ia menilai perubahan tersebut terjadi sejak korban menjalin hubungan dengan suami siri yang kini menjadi salah satu tersangka dalam kasus tersebut.
“Belakangan ini berubah, jadi keras. Kalau dinasihati seperti membangkang. Itu sejak kenal dengan suami sirinya itu,” tuturnya.
Perubahan tersebut membuat keluarga sempat merasa heran, mengingat selama ini korban dikenal sebagai sosok yang polos dan tidak pernah menunjukkan sikap melawan.
“Dulu tidak seperti itu, dia itu orangnya lugu, baik sekali. Makanya saya kaget kok bisa berubah,” tambahnya.
Kesedihan semakin mendalam saat Asmuriyani mengingat momen ketika dirinya pertama kali menerima kabar tragis tersebut dari pihak kepolisian. Ia mengaku syok saat mengetahui anak angkat yang ia rawat selama lebih dari satu dekade itu menjadi korban pembunuhan sadis.
“Saya dengar dari polisi, anak saya sudah tidak ada, dimutilasi sampai tujuh bagian. Saya langsung lemas, tidak kuat,” ungkapnya.
Dalam suasana duka, ia menyampaikan harapan agar pelaku mendapatkan hukuman setimpal atas perbuatannya. Ia bahkan berharap hukuman maksimal dapat dijatuhkan demi keadilan bagi korban.
“Saya minta pelaku dihukum seberat-beratnya. Kalau bisa hukuman mati. Saya sudah merawat dia 13 tahun, seperti anak sendiri,” tegasnya.
Seperti diketahui, kasus mutilasi ini sempat menghebohkan warga Samarinda setelah potongan tubuh korban ditemukan di beberapa titik di kawasan Gunung Pelandu. Polisi telah menetapkan dua orang tersangka yang kini masih menjalani proses hukum. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







