Samarinda, Kaltimetam.id – Seorang perempuan lanjut usia ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah dinas yang berada di dalam kawasan SD Negeri 008 Samarinda Seberang, Jalan Bung Tomo, RT 7, Kelurahan Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang. Penemuan tersebut menggegerkan lingkungan sekolah dan warga sekitar, sekaligus memicu respons cepat dari aparat kepolisian, Senin (09/02/2026).
Korban diketahui bernama Esther, seorang pekerja kebersihan yang selama ini bertugas merawat lingkungan SDN 008 Samarinda. Berdasarkan keterangan pihak sekolah dan warga sekitar, korban diperkirakan berusia sekitar 60 tahun dan diketahui tinggal seorang diri di rumah dinas yang berada di area sekolah.
Kecurigaan bermula ketika korban tidak terlihat menjalankan aktivitas rutinnya selama beberapa hari. Sejumlah saksi menyebutkan bahwa korban biasanya masih beraktivitas normal, termasuk membersihkan lingkungan sekolah dan beribadah setiap akhir pekan. Namun sejak Jumat sebelumnya, korban tidak lagi terlihat oleh rekan-rekannya.
“Biasanya beliau masih menyapu dan terlihat beraktivitas. Tapi sejak akhir pekan kemarin tidak terlihat sama sekali,” ujar Sisi, salah satu saksi mata.
Pihak sekolah kemudian berinisiatif melakukan pengecekan setelah mendapat informasi bahwa korban sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya. Saat dicek ke rumah dinas, pintu bagian depan dalam kondisi terkunci, sementara pintu dapur hanya tertutup rapat. Setelah pintu dibuka, korban ditemukan di dalam kamar mandi.
“Korban ditemukan dalam posisi duduk di toilet,” ucapnya.
Laporan tersebut segera ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian. Personel Polsek Samarinda Seberang bersama tim Inafis Polresta Samarinda langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi.
Pamapta II Polresta Samarinda, Ipda Yudiansyah, menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan awal, korban diduga telah meninggal dunia sekitar tiga hari sebelum ditemukan.
“Saat ditemukan, kondisi jasad sudah menunjukkan tanda-tanda pembusukan. Tubuh korban mulai membengkak dan menghitam, yang mengindikasikan korban telah meninggal beberapa hari sebelumnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi kejadian, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun indikasi tindak kriminal di sekitar TKP.
“Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ada indikasi kekerasan pada tubuh korban ataupun di sekitar lokasi. Namun demikian, penyelidikan tetap dilakukan untuk memastikan penyebab kematian,” ujarnya.
Untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut, jenazah korban dievakuasi oleh tim Inafis Polresta Samarinda bersama Palang Merah Indonesia (PMI) dan dibawa ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda guna menjalani pemeriksaan medis dan otopsi.
“Jenazah dibawa ke RSUD A.W. Sjahranie karena kondisinya sudah mengalami pembusukan. Selain itu, pihak keluarga juga belum dapat menangani proses pemulasaraan jenazah,” pungkasnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







