Samarinda, Kaltimetam.id – Upaya memperkuat kualitas aparat penegak Peraturan Daerah (Perda) di Kota Samarinda mulai diarahkan pada pembentukan lembaga pendidikan khusus bagi personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Pemerintah Kota Samarinda tengah mengkaji gagasan pendirian Akademi Satpol PP sebagai wadah pendidikan formal yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi aparatur penegak ketertiban daerah.
Wacana tersebut mencuat dalam pembahasan yang melibatkan Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP).
Dalam diskusi tersebut, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Satpol PP dinilai menjadi faktor penting agar penegakan aturan di daerah dapat berjalan lebih efektif dan profesional.
Kepala Satpol PP Kota Samarinda, Anis Siswantini, mengatakan ide pembentukan akademi tersebut menjadi langkah strategis untuk menyiapkan aparat yang tidak hanya memahami regulasi, tetapi juga memiliki kemampuan teknis dan pendekatan sosial yang baik saat menjalankan tugas.
Menurutnya, karakter pekerjaan Satpol PP berbeda dengan banyak institusi lain karena berkaitan langsung dengan penegakan aturan di ruang publik serta interaksi intens dengan masyarakat.
“Satpol PP menjalankan fungsi yang cukup spesifik dalam penegakan Perda. Oleh karena itu peningkatan kapasitas aparatur melalui pendidikan yang terstruktur dan mendalam menjadi hal yang sangat diperlukan,” ujarnya, Sabtu (14/3/2026).
Ia menambahkan, selama ini peningkatan kemampuan personel lebih banyak dilakukan melalui pelatihan atau bimbingan teknis yang sifatnya jangka pendek.
Dengan adanya lembaga pendidikan khusus, proses pembentukan kemampuan aparatur diharapkan dapat berlangsung lebih sistematis dan berkelanjutan.
Melalui sistem pendidikan yang lebih komprehensif, para calon aparatur Satpol PP nantinya tidak hanya dibekali dengan pemahaman hukum dan regulasi daerah, tetapi juga keterampilan menghadapi dinamika sosial yang kerap muncul dalam kegiatan penertiban di lapangan.
“Apabila program pendidikan ini dapat diwujudkan, tentu akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Satpol PP,” jelasnya.
Dalam konsep awal yang sedang disusun, program pendidikan di Akademi Satpol PP dirancang berlangsung selama delapan semester dengan total beban studi sekitar 144 satuan kredit semester (SKS).
Kurikulum yang dipersiapkan mencakup berbagai disiplin ilmu yang berkaitan langsung dengan tugas dan fungsi Satpol PP.
Materi yang dirancang antara lain mencakup teori ketertiban umum, manajemen operasional Satpol PP, psikologi massa, penanganan konflik sosial, hingga penanggulangan bencana.
Selain pembelajaran teoritis, peserta pendidikan juga akan menjalani praktik lapangan sebagai bagian penting dari proses pembentukan kemampuan operasional.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu melahirkan aparat yang tidak hanya memahami aturan secara normatif, tetapi juga mampu menjalankan tugas secara profesional dengan pendekatan persuasif kepada masyarakat.
Sementara itu, Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menilai gagasan pembentukan akademi tersebut sejalan dengan upaya memperkuat kapasitas aparatur pemerintah daerah, khususnya dalam bidang penegakan ketertiban umum.
Menurutnya, konsep pendidikan yang disusun perlu memperhatikan karakter masyarakat serta dinamika sosial di daerah, sehingga aparat Satpol PP tetap mampu menjalankan tugas secara tegas tanpa meninggalkan sisi humanis.
“Konsep pendidikan yang dirancang perlu menyesuaikan dengan karakter sosial masyarakat. Pendekatan pelatihannya dapat bersifat semi-militer, namun tetap menekankan profesionalitas serta sikap humanis dalam menjalankan tugas,” kata Andi Harun.
Ia juga mendorong agar rancangan akademi tersebut segera dimatangkan sebelum diajukan kepada Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Satpol PP untuk mendapatkan pembahasan lebih lanjut di tingkat pusat.
Jika rencana ini dapat direalisasikan, Samarinda berpeluang menjadi salah satu daerah yang memiliki lembaga pendidikan khusus bagi aparat Satpol PP.
Keberadaan akademi tersebut juga dinilai dapat membuka peluang bagi personel Satpol PP dari berbagai daerah untuk mengikuti pendidikan di Samarinda, terlebih dengan posisi Kalimantan Timur yang kini menjadi wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). (REE)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







