Rusak dan Dipenuhi Lumut, Videotron Mangkrak di Samarinda Dinilai Cederai Wajah Kota Tepian

Kondisi videotron yang mangkrak di Jalan Slamet Riyadi Samarinda. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Sebuah videotron raksasa yang berdiri di kawasan Jalan Slamet Riyadi, tepatnya di depan simpang tiga Jalan Meranti, Kota Samarinda, kini menjadi sorotan tajam masyarakat. Fasilitas publik yang dibangun menggunakan anggaran miliaran rupiah itu kini tampak terbengkalai, rusak parah, dan berubah menjadi pemandangan kumuh di salah satu jalur protokol utama Kota Tepian.

Videotron yang berada di area taman kota di pinggir Sungai Mahakam tersebut terlihat sudah tidak lagi berfungsi sejak lama. Layar hitam besar yang dulunya digunakan sebagai media informasi dan promosi kini mati total dengan sejumlah bagian komponen tampak rusak dan terlepas.

Tak hanya itu, bingkai merah serta tiang penyangga videotron kini dipenuhi lumut tebal dan karat akibat minimnya perawatan.

Kondisi itu membuat fasilitas publik tersebut justru terlihat seperti bangkai besi raksasa yang merusak wajah kota di kawasan strategis Samarinda.

Warga yang melintas di kawasan tersebut mengaku prihatin melihat kondisi videotron yang terus dibiarkan terbengkalai tanpa kejelasan penanganan.

Salah seorang pengunjung taman, Adnan Abdul, mengatakan keberadaan videotron rusak itu membuat kawasan yang seharusnya terlihat rapi dan indah justru tampak semrawut.

“Tidak nyaman dilihat. Kalau rusak dan tak berguna lagi, sebaiknya dibongkar. Ini kan jalan utama keluar masuk kota,” ujarnya.

Menurutnya, fasilitas yang berada di jalur protokol seharusnya menjadi bagian dari penataan kota, bukan justru menjadi sumber kesan kumuh bagi masyarakat maupun pendatang yang melintas.

Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya yang setiap hari melewati kawasan tersebut.

Salah seorang orang tua murid sekolah dasar yang berada tepat di seberang lokasi videotron mengatakan kondisi terbengkalai itu sudah berlangsung cukup lama tanpa adanya tindakan nyata dari pemerintah.

“Sudah lama saya lihat, memang terkesan kumuh karena keberadaan videotron ini,” katanya.

Tak hanya mengganggu estetika kota, kondisi fisik videotron yang mulai rapuh juga memunculkan kekhawatiran soal keselamatan masyarakat.

Warga takut apabila sewaktu-waktu bagian komponen atau material videotron jatuh dan menimpa pengguna jalan maupun pengunjung taman di bawahnya.

Apalagi lokasi tersebut merupakan salah satu kawasan dengan aktivitas masyarakat yang cukup padat serta menjadi jalur utama kendaraan di Kota Samarinda.

Keberadaan videotron mangkrak itu juga kembali mengingatkan publik pada polemik proyek pembangunan fasilitas tersebut beberapa tahun silam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek videotron tersebut sempat menjadi perhatian aparat penegak hukum karena diduga terdapat ketimpangan maupun penyimpangan dalam proses pengerjaannya.

Kasus itu bahkan pernah diusut oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda.

Namun hingga kini, videotron tersebut justru berakhir menjadi fasilitas mangkrak yang tidak lagi memiliki fungsi.

Padahal, untuk membangun videotron berukuran besar itu, Pemerintah Kota Samarinda disebut harus menggelontorkan anggaran daerah dalam jumlah fantastis.

Nilai proyek tersebut dikabarkan mencapai sekitar Rp2,5 miliar.

Besarnya anggaran yang telah dikeluarkan kini menjadi sorotan masyarakat karena hasil pembangunan dinilai tidak memberikan manfaat jangka panjang bagi publik.

Alih-alih menjadi media informasi modern dan ikon kota, videotron itu kini hanya menjadi bangunan tua yang rusak dan dipenuhi lumut.

Sebagian masyarakat menilai kondisi tersebut mencerminkan buruknya pengelolaan aset daerah dan lemahnya pengawasan terhadap fasilitas publik yang dibangun menggunakan uang rakyat.

Warga pun mendesak pemerintah segera mengambil langkah tegas, baik dengan memperbaiki fasilitas tersebut maupun membongkarnya apabila memang sudah tidak layak digunakan.

Mereka menilai pembiaran berkepanjangan hanya akan memperburuk citra kota dan berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.

Selain itu, masyarakat juga meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap proyek-proyek fasilitas publik agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Hingga kini, belum ada penjelasan resmi terkait rencana perbaikan, pemanfaatan kembali, maupun pembongkaran videotron tersebut. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id

Exit mobile version