Samarinda, Kaltimetam.id – Program Makanan Bergizi (MBG) yang dibagikan kepada siswa selama bulan Ramadan di SD Integral Luqman Al Hakim Samarinda menjadi sorotan setelah ditemukan roti berjamur dan bertanggal lama dalam sejumlah paket yang diterima siswa.
Kepala SD Integral Luqman Al Hakim, Muhammad Nara Ola, membenarkan adanya temuan tersebut. Ia menyebut, dari total 309 siswa, sekitar 10 hingga 15 paket MBG diduga bermasalah.
“Memang ada temuan roti dengan tanggal lama yang didobel dengan tanggal baru. Setelah kami konfirmasi, pihak penyedia menyampaikan permohonan maaf dan mengakui ada keteledoran,” ujarnya.
Selama Ramadan, pola distribusi MBG mengalami penyesuaian. Jika sebelumnya makanan dikonsumsi langsung di sekolah, kini paket dibagikan untuk dibawa pulang agar dapat disantap saat berbuka puasa.
Dalam satu kantong paket MBG biasanya berisi satu susu, satu roti, kurma, serta buah seperti pisang atau jeruk.
“Karena anak-anak sedang berpuasa, kami tidak membuka paket di sekolah. Jadi makanan langsung dibawa pulang,” jelasnya.
Kondisi inilah yang membuat pengawasan menjadi lebih menantang. Temuan roti bermasalah diketahui setelah siswa membuka paket di rumah atau saat dicek ulang oleh pihak sekolah.
Lebih lanjut, Luqman menegaskan bahwa temuan tersebut tidak terjadi secara menyeluruh. Mayoritas paket dalam kondisi baik dan layak konsumsi.
“Dari 309 siswa, hanya sekitar 10 sampai 15 paket yang ditemukan bermasalah. Sisanya aman,” tegasnya.
Roti yang terindikasi tidak layak konsumsi langsung dibuang dan tidak sempat dikonsumsi siswa. Pihak sekolah juga mengimbau agar siswa tidak mengonsumsi makanan yang diragukan kualitasnya.
“Kami langsung minta anak-anak jangan makan kalau ada yang mencurigakan. Yang ditemukan langsung dibuang,” ujarnya.
Namun ia tidak menutup kemungkinan ada satu atau dua paket yang sempat terbawa pulang tanpa sempat terpantau, mengingat distribusi dilakukan dalam jumlah besar.
Selain roti berjamur, pihak sekolah juga pernah menemukan buah dalam kondisi terlalu matang atau mendekati busuk.
“Kalau buah terlalu masak memang pernah ada. Biasanya langsung kami tukar atau minta anak-anak tidak mengonsumsi. Guru-guru ikut membantu memastikan,” katanya.
Terkait kabar adanya pisang mentah, Luqman menyebut belum menemukan secara langsung di sekolahnya.
Pihak sekolah kini memperketat pemeriksaan paket sebelum dibagikan kepada siswa. Koordinasi dengan penyedia juga dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Ini menyangkut konsumsi anak-anak, jadi harus benar-benar teliti. Kami sudah sampaikan agar pengawasan dari penyedia diperketat,” tegasnya.
Program MBG sendiri bertujuan mendukung asupan gizi siswa, khususnya selama Ramadan. Namun temuan roti berjamur ini memunculkan kekhawatiran orang tua terkait kualitas dan keamanan pangan yang didistribusikan.
Sejumlah wali murid berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengemasan dan distribusi, agar kualitas makanan benar-benar terjamin sebelum sampai ke tangan siswa.
Meski demikian, pihak sekolah memastikan secara umum program tetap berjalan dan sebagian besar paket dalam kondisi baik.
“Kami tetap mendukung program ini, hanya saja perlu pengawasan yang lebih ketat agar kualitasnya terjaga dan kepercayaan orang tua tidak terganggu,” pungkasnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
