Samarinda, Kaltimetam.id – Warga Jalan Bendungan, Kelurahan Sambutan, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria lanjut usia pada Kamis malam. Korban diketahui bernama Parman (70), yang ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam rumahnya.
Penemuan tersebut pertama kali dilaporkan warga sekitar menjelang waktu salat Isya. Informasi awal diterima oleh Ketua RT setempat setelah adanya laporan dari anak-anak di lingkungan gang yang curiga dengan kondisi rumah korban.
Ketua RT 14, Abdullah, mengaku tidak mengenal dekat sosok korban karena selama ini tidak pernah berinteraksi secara langsung.
“Dari awal kami diinformasikan sebelum salat Isya. Dari anak-anak di lingkup gang ada penemuan. Kalau saya pribadi, tidak pernah kenal dan tidak pernah tatap muka,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa tidak pernah ada laporan terkait keberadaan korban kepada pihak RT. Hal ini membuat aktivitas keseharian korban tidak diketahui oleh warga sekitar.
“Tidak ada laporan ke RT, jadi kami tidak tahu kesehariannya. Sepertinya memang jarang keluar rumah,” tambahnya.
Berdasarkan keterangan warga, korban diketahui tinggal bersama seorang teman. Namun, dalam beberapa hari terakhir, teman korban sedang pulang kampung, sehingga korban diduga tinggal seorang diri di rumah tersebut.
Penemuan jasad korban bermula saat anak dari rekan serumahnya pulang dan berniat mengecek kondisi rumah. Saat itulah korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Sementara itu, aparat kepolisian yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas dari Inafis Polresta Samarinda turut melakukan identifikasi awal terhadap korban.
Pamapta II Polresta Samarinda, Ipda Ilham Satria Brajanata, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan sekitar pukul 19.30 Wita dan segera menindaklanjuti dengan mendatangi lokasi kejadian.
“Korban berjenis kelamin laki-laki, usia sekitar 70 tahun, ditemukan di ruang tamu dalam posisi berbaring,” jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan awal oleh tim Inafis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi menduga korban telah meninggal dunia beberapa jam sebelum ditemukan.
“Diperkirakan korban sudah meninggal lebih dari lima jam. Dari hasil cek sementara tidak terdapat tanda-tanda kekerasan,” ungkap Ilham.
Meski demikian, untuk memastikan penyebab kematian secara pasti, jenazah korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda oleh Inafis Polresta Samarina dan PMI Kota Samarinda untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
