Samarinda, Kaltimetam.id – Pengamanan arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Pelabuhan Nusantara Samarinda, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Karang Mumus, Kecamatan Samarinda Kota, diperketat melalui sinergi lintas instansi. Hal ini dilakukan guna memastikan keamanan, kenyamanan, serta kelancaran keberangkatan penumpang, termasuk pada pelayaran KM Aditya rute Samarinda–Parepare.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar mengatakan, pengamanan di kawasan pelabuhan dilakukan melalui pos pelayanan terpadu yang diisi oleh gabungan berbagai unsur, mulai dari kepolisian hingga instansi terkait lainnya.
“Di pelabuhan ini kita siapkan pos pelayanan terpadu yang diisi oleh personel gabungan dari Polsek Pelabuhan, Polresta Samarinda, KSOP, Pelindo, BMKG, Satpol PP, hingga TNI,” ujarnya, Selasa (17/03/2026).
Menurutnya, kehadiran pos terpadu tersebut bertujuan memberikan pelayanan langsung kepada para calon penumpang yang akan berangkat melalui jalur laut. Hal ini penting mengingat banyak penumpang yang sudah datang sejak jauh hari sebelum jadwal keberangkatan.
“Penumpang ada yang datang sejak malam sebelumnya atau beberapa jam sebelum keberangkatan. Karena itu, kami hadir untuk memberikan pendampingan dan pelayanan selama mereka berada di kawasan pelabuhan,” jelas Hendri.
Ia menambahkan, fasilitas ruang tunggu yang disediakan oleh KSOP dan Pelindo dinilai cukup memadai dan representatif, sehingga dapat menunjang kenyamanan para penumpang selama menunggu keberangkatan.
Selain itu, personel pengamanan juga disiagakan di berbagai titik untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun kendala lain yang mungkin terjadi.
“Jika ada permasalahan terkait keamanan, kelancaran, maupun informasi lainnya, masyarakat bisa langsung datang ke pos pelayanan. Petugas kami siap membantu,” tambahnya.
Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Kepala KSOP Kelas I Samarinda Capt Ridha Rengreng mengungkapkan bahwa arus penumpang pada keberangkatan kapal mulai mengalami penurunan setelah sebelumnya mencapai puncak.
Pada keberangkatan KM Aditya tujuan Samarinda–Parepare, jumlah penumpang tercatat sekitar 1.794 orang dari kapasitas 1.800 penumpang.
“Memang ada penurunan sekitar 10 persen dibandingkan hari sebelumnya. Kemarin bisa dikatakan sebagai puncak arus mudik,” ujarnya.
Ridha menjelaskan, kondisi arus mudik di Pelabuhan Samarinda hingga saat ini terpantau aman, lancar, dan kondusif, berkat kerja sama antara berbagai pihak seperti Polri, TNI, Pelindo, serta unsur Forkopimda.
“Alhamdulillah, pelayanan tahun ini berjalan maksimal. Kami pastikan penumpang yang mudik melalui Pelabuhan Samarinda dapat terangkut dengan baik,” katanya.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, pihak KSOP sebenarnya telah menyiapkan kapal cadangan. Namun, distribusi pemudik dinilai cukup merata karena keberangkatan juga dilakukan melalui pelabuhan lain seperti Balikpapan dan Bontang.
“Penumpang tidak hanya terpusat di Samarinda. Sebagian juga berangkat dari pelabuhan lain sehingga bisa mengurai kepadatan,” jelasnya.
Terkait jadwal keberangkatan kapal lainnya, Ridha menyebut KM Queen Soya akan melakukan pelayaran terakhir dengan jumlah penumpang yang masih relatif rendah.
“Untuk keberangkatan besok, data sementara baru sekitar 500 penumpang dari kapasitas 1.600 orang,” tutupnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
