Samarinda, Kaltimetam.id – Upaya percepatan penataan Pasar Pagi Samarinda menghadirkan tantangan ganda bagi Pemerintah Kota Samarinda. Di satu sisi, target pendataan ribuan pedagang harus segera dituntaskan.
Di sisi lain, kualitas pelayanan publik tetap dituntut berjalan optimal di tengah beban kerja yang meningkat.
Asisten II Pemkot Samarinda, Marnabas Patiroy, mengakui proses pendataan pedagang berlangsung dalam ritme yang padat dan menyita waktu. Sejak tahap awal, sekitar 1.800 pedagang sudah harus masuk dalam basis data, dengan keterbatasan waktu yang membuat petugas UPTD bekerja hingga malam bahkan dini hari.
Situasi tersebut, menurut Marnabas, berkelindan dengan tingginya harapan pedagang yang menginginkan kepastian lapak secepat mungkin. Kombinasi tekanan target dan ekspektasi lapangan inilah yang kerap memicu gesekan komunikasi.
Meski demikian, Pemkot menegaskan bahwa kondisi kerja yang berat tidak dapat dijadikan alasan untuk menurunkan standar pelayanan kepada masyarakat.
“Tekanan kerja memang besar, tapi pelayanan kepada masyarakat tidak boleh kehilangan sisi kemanusiaannya,” ujar Marnabas, Sabtu (27/12/2025).
Ia menyebut Pemkot telah meminta Dinas Perdagangan melakukan evaluasi internal, khususnya terkait cara petugas berinteraksi dengan pedagang selama proses pendataan berlangsung.
Menurutnya, pendekatan yang tepat justru menjadi kunci agar proses penataan berjalan lebih kondusif.
Lebih jauh, Marnabas menekankan bahwa penataan Pasar Pagi tidak hanya menyangkut aspek administrasi, tetapi berkaitan langsung dengan denyut ekonomi ribuan pedagang dan keluarganya. Karena itu, setiap tahapan harus dijalankan secara hati-hati, terbuka, dan terukur.
Di saat yang sama, Pemkot juga mengajak pedagang untuk memahami bahwa penataan dilakukan secara bertahap dan membutuhkan waktu. Pemerintah memastikan seluruh proses dilaksanakan secara transparan demi menciptakan pasar yang tertib dan berkeadilan.
“Ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Petugas harus tetap melayani dengan baik, dan pedagang kami harapkan tetap tenang karena proses ini dijalankan secara terbuka,” pungkasnya. (REE)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







