Samarinda, Kaltimetam.id — Pelaksanaan rangkaian Hari Raya Nyepi 1447 Tahun Saka di Kota Samarinda tahun ini berlangsung beriringan dengan bulan suci Ramadan. Momentum tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana kehidupan toleransi dan kerukunan antarumat beragama terjalin di tengah masyarakat yang beragam.
Ketua Perisada Dharma Hindu Indonesia (PHDI) Kota Samarinda, Putu Subrata, menilai kondisi ini bukan menjadi hambatan, melainkan justru memperkuat nilai kebersamaan antarumat beragama yang selama ini telah hidup berdampingan.

“Kita tidak bisa menutup kemungkinan, kita pasti bersinggungan, apalagi sejak dulu sudah berdampingan,” ujarnya.
Menurutnya, perbedaan dalam pelaksanaan ibadah merupakan hal yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat. Namun demikian, setiap umat beragama pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, yakni menciptakan kehidupan yang damai, harmonis, dan saling menghormati.
“Muslim menjalankan ibadahnya, kami juga menjalankan. Tujuannya sama,” katanya.
Ia menegaskan bahwa yang terpenting dalam menjaga keharmonisan tersebut adalah bagaimana setiap individu mampu menyikapi perbedaan dengan bijak, serta mengambil nilai-nilai positif tanpa memperbesar potensi perbedaan yang dapat memicu konflik.
“Kami tidak pernah mengambil yang negatifnya, yang positifnya saja,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengaitkan semangat toleransi tersebut dengan tema Hari Raya Nyepi tahun ini, yakni Basu Dewa Kutumbaka, yang bermakna seluruh umat manusia adalah satu keluarga tanpa memandang latar belakang, keyakinan, maupun perbedaan lainnya.
Nilai tersebut, menurutnya, menjadi landasan penting dalam membangun kehidupan sosial yang rukun, khususnya dalam momentum ketika dua perayaan keagamaan besar berlangsung hampir bersamaan.
“Tujuannya bagaimana supaya alam ini tetap stabil dan damai,” jelasnya.
Dalam konteks kehidupan di Samarinda, ia menilai masyarakat selama ini telah menunjukkan sikap saling menghormati dalam menjalankan ibadah masing-masing. Kondisi ini diharapkan dapat terus terjaga, sehingga keharmonisan yang telah terbangun tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga tercermin dalam kehidupan sehari-hari.
Putu juga berharap momentum bertepatan antara rangkaian Nyepi dan Ramadan ini dapat semakin mempererat rasa persaudaraan antarumat beragama, sekaligus menjadi contoh bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk hidup berdampingan secara damai.
“Harapannya semua bisa berjalan baik dan saling mendukung,” harapnya. (REE)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







