Menunggu Uji Beban, Pemprov Kaltim Mulai Siapkan Pembatasan Kendaraan di Jembatan Mahakam Ulu

PUPR Kaltim dan Satpol PP Kaltim melaksanakan pengukuran di Jembatan Mahakam Ulu yang Rencananya akan dilakukan pembatasan bagi kendaraan Roda 6 sampai ke atas. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai melakukan persiapan pembatasan lalu lintas di Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu), Kota Samarinda, menyusul serangkaian insiden tabrakan tongkang terhadap struktur jembatan dan proses evaluasi teknis yang masih berlangsung. Pembatasan ini diproyeksikan menyasar kendaraan roda empat dan kendaraan berat, khususnya kendaraan roda enam ke atas.

Kepala Seksi Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Timur, Musfain, mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan saat ini masih berada pada tahap persiapan konstruksi dan pengamanan, sebelum keputusan pembatasan lalu lintas diberlakukan secara resmi.

“Kegiatan hari ini di Jembatan Mahakam Ulu kami melakukan persiapan untuk pembatasan lalu lintas. Kemungkinan pembatasan akan diberlakukan untuk kendaraan roda empat ke atas, terutama roda enam ke atas yang akan dialihkan,” ujarnya, Senin (26/01/2026).

Menurutnya, saat ini pihak PUPR masih menyiapkan konstruksi portal sebagai bagian dari skema pembatasan. Namun, keputusan final terkait waktu dan teknis pembatasan masih menunggu hasil pembahasan lanjutan bersama tim teknis.

“Sementara ini kami baru melakukan persiapan konstruksi portal. Keputusan kapan pembatasan diberlakukan akan kami sampaikan kemudian,” jelasnya.

Musfain menegaskan bahwa pembatasan tersebut bukan bersifat permanen, melainkan sementara sambil menunggu hasil pemeriksaan teknis lanjutan terhadap kondisi jembatan, termasuk uji beban dan uji dinamis.

“Ini bukan penutupan permanen, hanya sementara. Insya Allah lalu lintas tetap kami upayakan berjalan lancar. Estimasinya beberapa hari, paling lama sekitar satu minggu,” katanya.

Ia menambahkan, hingga saat ini tim teknis masih melakukan pengukuran geometrik jembatan, yang hasilnya belum sepenuhnya rampung. Karena itu, kebijakan pembatasan lalu lintas masih akan disesuaikan dengan rekomendasi teknis yang dikeluarkan.

“Pengukuran geometrik masih berjalan dan belum selesai. Jadi sementara ini kami fokus pada persiapan dulu, satu-dua hari ke depan baru ada keputusan untuk uji lanjutan,” tuturnya.

Sementara itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kalimantan Timur turut dilibatkan dalam kegiatan pendampingan dan pengamanan persiapan pembatasan tersebut.

Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Kaltim, Edwin Noviansyah Rachim, mengatakan bahwa kehadiran Satpol PP bertujuan memastikan seluruh tahapan berjalan aman dan terkoordinasi.

“Kami dari Satpol PP melakukan kegiatan pendampingan dan pengukuran dalam rangka persiapan pembatasan sementara ini, sambil menunggu uji beban dan uji dinamis yang dilakukan oleh Dinas PUPR,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa upaya ini merupakan bentuk sinergi lintas instansi, melibatkan Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP, demi menjamin keselamatan pengguna jembatan dan masyarakat Kota Samarinda.

“Kami memastikan semua pihak bisa bersinergi untuk menjaga agar jembatan ini tetap aman, demi keselamatan masyarakat Kota Samarinda,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi tambahan, Satpol PP Kaltim juga telah melakukan pemasangan spanduk larangan melintas di bawah Jembatan Mahakam Ulu, khususnya bagi kapal dan tongkang di alur Sungai Mahakam.

Spanduk tersebut bertuliskan, “Jembatan Ini Tidak Dilengkapi Pengaman Fender Ponton. Bermuatan Maupun Tidak Bermuatan Dilarang Melintas Demi Keamanan dan Keselamatan Bersama.”

Terakhir, Edwin menjelaskan bahwa pemasangan spanduk tersebut penting sebagai peringatan dini bagi pengguna jalur sungai, mengingat kondisi pengaman jembatan yang terbatas dan potensi risiko jika terjadi kembali insiden tabrakan.

“Ini bagian dari upaya pencegahan agar tidak terjadi lagi kejadian serupa. Keselamatan menjadi prioritas utama,” pungkasnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id