Masih Banyak Parkir Liar di Kota Samarinda, Pengamat Kritisi Soal Perparkiran di Era Kepemimpinan Andi Harun

Lokasi e-Parkir di tepi Jalan Jenderal Sudirman, Samarinda.
Lokasi e-parkir di tepi Jalan Jendral Sudirman, Samarinda. (Siko/kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Parkir liar menjadi salah satu persoalan serius yang dialami oleh warga kota hampir di seluruh Samarinda, maka dari itu salah satu pengamat politik mengkritisi permasalahan parkir liar di Kota Samarinda era kepemimpinan Andi Harun-Rusmadi Wongso. Menurutnya, dalam pelaksanaan E-Parking di beberapa titik masih belum masif untuk dilakukan.

Pengamat Politik dari Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Mulawarman (UNMUL), Budiman menjelaskan bahwa permasalahan parkir liar tersebut menjadi penyebab utama terjadinya kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Samarinda.

“Dulu janjinya mau melakukan penerapan E-Parking, iya memang sudah ada di berlakukan dibeberapa titik pelaksanaannya. Namun, masih belum terlalu masif,” jelasnya.

Lebih lanjut, Budiman mengatakan bahwa, Andi Harun tidak hanya menggugurkan kewajibannya dalam pengadaan E-Parking saja, melainkan penerapannya juga harus menyeluruh.

“Kalau penerapannya menyeluruh kan, pastinya sangat berdampak kepada peningkatan PAD di Kota Samarinda,” katanya.

Ia juga membeberkan bahwa, Pemerintah Kota Samarinda harus bisa melakukan penerapan E-Parking di setiap titik-titik rawan terjadinya parkir liar. Hal ini juga, berdampak kepada penurunan terjadinya jukir liar di Kota Samarinda.

Hasil pantauan dilapangan, titik-titik rawan terjadinya parkir liar yang sering ditemui yaitu dikawasan Jalan Pulau Irian tepatnya di depan Mall Samarinda Central Plaza (SCP), Taman Tepian Samarinda, serta beberapa toko ritel seperti Indomaret serta ada beberapa lainnya juga.

Lanjut, Budiman juga mengkritisi salah satu program unggulan dari Andi Harun yakni terkait transportasi massal modern. Karena, sampai saat ini program tersebut masih belum terlaksana.

“Rencananya kan sudah mengarah ke sana tuh. Tapi, hingga saat ini masih belum terdengar proses pembangunannya,” katanya.

Terakhir, ia menyatakan bahwa Andi Harun masih mempunyai waktu untuk mewujudkan program-programnya yang masih belum terlaksana, demi untuk kemajuan Kota samarinda buat kedepannya.

“Program Andi Harun kan ada 10 tuh kan sudah ada beberapa yang teraksana. Semoga, semua janji-janjinya segera ditepatin untuk masyarakat,” pungkasnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id